Warning!
Adegan 19+ bertebaran
Sejin bangun pukul 02.00 dini hari, ia mengusap matanya, berat rasanya untuk membuka mata.
Ia kedinginan, tumben sekali rasanya dingin, tetapi sosok di sampingnya yang sedang ia peluk ini menghangatkan tubuhnya.
Sejin semakin membenamkan wajahnya di dada suaminya— Jeno.
Lalu ia mendongak untuk melihat wajah Jeno. "Jeno~ bangun~" ucapnya.
"Umm..." Jeno hanya menggeliat namun tidak bangun.
Sejin akhirnya bangun, ia duduk dan menaikkan selimutnya sebatas dadanya. "Loh kok aku gak pake baju?"
Sejin meraih kemeja Jeno yang ada di dekatnya, lalu memakainya.
Ia segera turun dari kasurnya berniat untuk membuat susu.
Gedubrak.
"Huuuaaaaaaaaa... Mamaaaaaaa..." tangisnya menggelegar membuat Jeno langsung terbangun dan menghampiri Sejin yang kini terduduk di lantai sambil memegangi perutnya.
"S—sejin kamu kenapa?" tanya Jeno lalu mengusap rambut Sejin yang berantakan.
"Sejin gak bisa jalan, paha Sejin sakit, Sejin mau bikin susuuu" ucapnya sambil merengek.
Jeno tersenyum, "kamu tunggu disini ya biar aku yang bikinin kamu susu" Jeno mengangkat tubuh Sejin ke kasur lalu pergi ke dapur membuatkan istrinya susu.
Klik.
Lampu dapur menyala dengan sendirinya, "OMO! M—mama Seulgi? Ngapain jam segini disini?" tanya Jeno yang kaget melihat ternyata Seulgi yang menghidupkan lampu dapur.
"Mama tau Sejin bakalan bangun tengah malam, itu udah mama bikinin susunya tinggal kamu bawa aja" ucap Seulgi lalu tersenyum.
"M—makasih ma"
"Jeno, Sejin suka dibacain cerita kalo kamu mau dia cepet tidur"
"Oh iya ma, nanti aku coba bacain cerita"
"Jeno— kamu udah—"
Jeno menatap mama Seulgi mengerti, "iya ma, Jeno udah ngelakuin semalem, mama tenang aja Sejin nurut kok"
"Ah gitu ya, bagus deh kalo gitu" Seulgi mengusap dadanya lega.
"Tapi kamu gak kasar-kasar kan?"
"Hum? A—anu ma, umm..."
"Yaudah mama ngerti kok, yang penting besok kamu bisa urusin Sejin kalo dia nangis, kamu harus sabar ya, mama yakin kamu bisa"
"Iya ma, aku cinta sama Sejin aku bakalan sabar ngurusin istri aku"
Lalu Jeno kembali ke kamarnya untuk memberikan susu kepada Sejin.
"Yeyy susu Sejin udah jadiiii..." ucap Sejin kegirangan.
Melihat Sejinnya minum susu sambil memakai kemeja miliknya yang kebesaran, membuat Jeno panas rasanya.
Ia mengalihkan pandangannya, kasihan Sejin kalau sampai dia minta jatah lagi, Sejin pasti nolak karena sakit.
"Ini, udah abis" Sejin menyodorkan gelas kosong ke arah Jeno.
Sejin mengusap bibirnya, lalu kembali tidur dengan posisi tengkurap membuat pantatnya sedikit terekspos.
'Shit! Tahan tahan tahan masih ada besok, tahan Jeno—' batin lelaki tampan yang kini sedang menahan hasratnya tersebut.
"Jeno~ ayo bobo lagiii"
Dengan polosnya Sejin langsung naik ke tubuh Jeno yang baru saja berbaring lagi di sebelahnya, lalu ia tiduran di atas tubuh suaminya.
Ia tidak tahu ada singa yang terbangun di bawah sana, ah lebih tepatnya ia membangunkan singa yang tertidur di bawah sana.
"Sejin maafin aku akh—"
"Nghh~"
"Aaaa~ Jeno nghhh..."
"Ck! Bang gue gak bisa tidur nih" Jisung kebangun karena suara di atas kamar Jaemin.
Jaemin sendiri sebenarnya juga tidak bisa tidur, tapi dia lebih memilih pasang headset lalu memejamkan matanya.
"Gila nih pengantin baru main berapa jam sih!" Jisung mengusap wajahnya frustasi, lalu ia bawa bantal, guling, selimut keluar.
"Mau kemana lo?" tanya Jaemin.
"Tidur di ruang tengah"
"Ikutan gue lah!"
"Sejin capek?"
"Um, capek banget pengen bobo~"
"Bobo lagi yaa sayang" Jeno memeluk erat tubuh Sejin tak lupa ia mengecup bibir Sejin sekilas yang sudah terlelap dengan cepatnya.
'Terimakasih susu coklat' —Lee Jeno yang sekarang nafsuan.
To be continued...
Karena hari ini aku ulang tahun, jadi aku update lagi deh wkwk.g
Sebenernya pada suka story ini gak sih? Aku tuh suka ragu ngelanjutin karena yang baca kadang gak meninggalkan jejak gitu:(
Next? Stop?
KAMU SEDANG MEMBACA
Pernikahan Dini; Lee jeno
Fanfiction❝Kamu mau tidur sama papa mama kamu? Kita kan udah nikah, sayang❞ -Lee Jeno Suami 19 tahun, istrinya 18 tahun, kebayang gak gimana rumah tangga lo nanti? Warning! 19+ [Lee Jeno x you] ©WinWA97
