Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

🙎🏼 Ternyata

3.4K 254 8
                                        

Jisung dan temannya Seonho sepulang sekolah berniat mau beli sepatu couple sekalian jalan-jalan, di depan gerbang Jisung melihat ada Chenle pakai kacamata hitam sambil bersandar di mobil mewahnya.

"Loh, bang Chenle?!" panggil Jisung.

Chenle melepas kacamatanya, kemudian menajamkan pengelihatannya "loh Jisung?!" jawab Chenle.

"Bang Chenle?!"

"Jisung?!"

Seonho yang ada di sebelah Jisung hanya menatap datar pada kedua insan yang sedang saling panggil seperti adegan drama ini.

Mereka saling menghampiri, "ngapain bang kesini? Nungguin Jisung mau ngajak main game lagi ya?"

"Kaga Sung, gue—"































"Ko!" teriak seseorang membuat ketiganya menoleh.

"Oii kesini!" kata Chenle pada seseorang yang memanggilnya barusan.

"Gue mau jemput adek gue nih, kata Chenle.

Adiknya, hanya diam tersenyum dan menunduk malu.

"Jadi beli tas sama sepatu?" tanya Chenle.

Adik Chenle hanya mengangguk.

"Kamu Zhong Meilyn kan, anak IPA?" tanya Jisung.

Seketika adik Chenle bernama Meilyn tersebut salah tingkah, maniknya enggan menatap Jisung dan justru semakin menunduk.

"Kamu kenapa?" tanya Jisung sambil menundukkan kepala bermaksud ingin melihat wajah gadis tersebut.

"I—iyaa aku Meilyn, biasa dipanggil Meimei" jawabnya gugup sambil menatap Jisung malu.

"Aku Jisung, sahabatnya bang Chenle" Jisung mengulurkan tangannya.

Meilyn membalas menjabat tangan Jisung.

Mereka saling bertatapan, kemudian melempar senyum satu sama lain.

"Umm denger-denger mau beli sepatu nih?" tanya Jisung.

"Iye nih, adek gue ribut pen beli sepatu padahal gue ada janji ngerjain tugas sama Renjun, Jeno— akhh" Chenle frustasi.

"Yaudah bareng aja sama kita" celetuk Seonho.

Jisung mengangguk.

Meilyn syok dengan ucapan Seonho dan Jisung yang mengiyakan.

"T—tapi—"

"Wahhh bagus tuh! Yaudah gue nitip adek gue ya Sung, jangan di apa-apain awas lo!"

"Koko! Apaan sih" Meilyn pukul dada abangnya.

Setelah itu Chenle masuk ke mobil dan meninggalkan ketiga piyik yang mau pergi jalan-jalan.

Iya, menurut Chenle jalan-jalan, karena dia tau adiknya pasti sangat bahagia bisa bersama— Jisung.

"Ayok!" Jisung menarik lengan Meilyn.

Meilyn tersenyum, pipinya memerah, menatap Jisung dari dekat serasa jantungnya mau copot.






















'Kamu tau? Aku yang kemarin ngirim jaket yang kamu pakai sekarang, dan aku juga yang ngirim perlengkapan bayi buat kakakmu— aku seneng kamu pake hadiah dari aku' batin Meilyn.

To be continued...

Paham maksudnya?:")

Next?

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang