🙌🏻 Lupa

3.2K 267 15
                                        

Jeno udah di jemput sama Renjun, Chenle dan Mark untuk berangkat kuliah bersama.

Kebetulan kan mereka sekelas, sedangkan Lucas sama Haechan mereka sekelas di jurusan teknologi.

"Halo Mark, Renjun..." Sejin tampak berbunga-bunga melihat kedua sahabat Jeno yang memang gantengnya di atas rata-rata itu.

"Chenle gak di sapa nih, Jin?" Chenle cemberut sambil natap Sejin yang duduk di tengah-tengah Mark sama Renjun.

"O-oh iya, halo Chen-"

"Hmmm halo juga!" ketus Chenle.

Biasa ini hanyalah bercanda kok, Chenle tidak benar-benar marah.

"Gue lebih nyaman di rumah Jaemin dah, soalnya ada Jisung bisa di ajak main seru orangnya"

"Yaudah sana kamu ke rumah Sejin jangan gangguin Sejin lagi fanmeet"

"Buset fanmeet?!" Chenle ngegas.

Sedangkan Mark sama Renjun pasang ekspresi sok ganteng gitu bikin Chenle pen muntah, tapi emang ganteng padahal.

Sekarang Sejin lagi pakein kutek warna merah di jari Mark dan warna hitam di jari Renjun, so sweet sekali mereka bertiga ini.

Sejin bahkan lupa sama Jeno saat-saat seperti ini, terakhir dia lihat Jeno sedang menyiapkan buku-buku yang akan di bawa ke kampus.

"Sejin buku ijo aku mana?! Itu tugas aku dikumpulin sekarang loh!" teriak Jeno dari dalam kamar.

Sejin tidak menggubris, dia sedang asik dengan para bias nya.

"Sejin?! Bantuin aku cari dong!" teriak Jeno lagi.

"Di lemari belajar!" jawab Sejin kemudian.

Tiba-tiba terdengar suara baby Jino menangis, Sejin tidak merespon, justru Jeno yang menggendong dan menenangkan anak mereka.

"Sejin udah aku cari gak ada loh!" teriak Jeno lagi.

"Jin, bantuin suami kamu dulu gih" ucap Mark.

"Nggak mau ah, Sejin capek mondar mandir mulu" jawabnya sambil cemberut.

"Tapi kasihan itu Jeno, gendong baby Jino juga" sahut Renjun.

"Iya ih sebentar lagi nanggung nih tinggal jempol aja"

"SEJIN!" Jeno ngegas, keluar dari kamar sambil gendong Jino.

Seketika semuanya menoleh ke arah Jeno.

Suara Jeno yang terkesan membentak membuat mood Sejin hancur seketika, ia segera jalan ke kamarnya tanpa merespon ucapan Jeno.

Jeno sendiri hanya melirik Sejin yang melewati dirinya, kemudian dia menyerahkan Jino ke Mark sebentar.

Jeno menghampiri Sejin dan mengunci pintu kamar mereka.

"Prahara rumah tangga, bro" kata Chenle dengan berbisik.

"Iya nih, rumah tangga harus ada bumbu-bumbunya kan" sahut Renjun.

"Iya, barusan itu roiko" Chenle garing.

"Apaan sih gak jelas lo lele!"

Sedangkan Mark lagi tegang aja gendong anaknya Jeno, takut gerak-gerak terus jatuh kan gak lucu kalo dia di marahin terus di kasusin ke pengadilan wkwk.

***

Sejin jalan perlahan ke arah meja belajar, mengambil buku hijau milik Jeno yang ada di dalam lemari kemudian memberikannya kepada Jeno tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Jeno menerimanya, bagaimana bisa Sejin langsung menemukan? Sedangkan dia tadi sudah mengecek berkali-kali tetapi tidak menemukan bukunya.

"M-makasih say-"

Sejin jalan ke ranjangnya, merebahkan tubuhnya disana dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya.

Jeno mengerti istrinya pasti kaget dan marah karena di bentak barusan, sebenarnya Jeno tidak berniat membentak, hanya saja Sejin tidak menghiraukan permintaan tolongnya jadi Jeno seperti itu.

Ditambah lagi dia mengurus Jino yang menangis sedangkan dia harus siap-siap ke kampus.

Tak mau terlambat, Jeno segera pergi dan menidurkan baby Jino di sebelah Sejin, "sayang, Sejin, aku berangkat dulu ya?" pamit Jeno lalu mengusap kepala Sejin dari luar selimut.

Tidak ada respon.

"Sejin? Jagain baby Jino yang bener ya sayang?"

"Hm!" jawab Sejin singkat.

Jeno menghela nafas panjang, lalu melangkah pergi dari kamar dan rumahnya.

"Sejin kita berangkat dulu ya!" teriak Chenle.

Sejin mendengarnya, ia langsung berjalan ke arah jendela kamarnya, melihat Jeno masuk ke mobilnya Chenle dengan tatapan sedih.

"Jeno jahat! Jeno bentak-bentak Sejin! Hiks... Jeno jahat! Hiks..."

Lalu Sejin beralih menatap sang anak yang sedang bergerak-gerak di kasur, mendekatinya lalu mengajaknya bicara.

"Jino sayang papa apa mama? Hayo Jino harus pilih, nanti gak mama kasih susu loh kalo gak jawab?"



























"Jino sayang papa apa mama? Hayo Jino harus pilih, nanti gak mama kasih susu loh kalo gak jawab?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku pilih kakek sama nenek ajahhhh" -baby Jino wkwk.

To be continued...

Hai readers baruuuuu semoga suka ya sama story aku yang gaje ini, dan buat readers lama, semoga gak bosen ya sama story aku yang makin garing ini:"(

Hargai karya orang jika karyamu ingin dihargai pula:)

Abis ini mau bikin chapt Mark sama Chiara guys kalo udah ada yang komentar setidaknya 5 orang.g

Next? Stop?

"Halo guys nantikan gue di sinetron pernikahan dini ini hanya di SMTV ya jangan sampe kelewatan" -Mark Lee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Halo guys nantikan gue di sinetron pernikahan dini ini hanya di SMTV ya jangan sampe kelewatan" -Mark Lee.

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang