03. Royco

57.3K 8K 2.3K
                                        

"Mau kemana dek?"

Pertanyaan Mama yang terdiri atas tiga kata itu mampu membuatku yang sedari tadi mematut diri di cermin tiba-tiba terbelalak. Ayolah, masa aku harus menjawab 'mau meminta klarifikasi tentang pacar prianya pak doyoung' astaga jika aku menjawab seperti itu akan terdengar tidak etis sekali.

"Ini─ara─mau."

Sial, kenapa suaraku mendadak tercekat. Beginilah kelemahanku selalu saja terdengar gugup jika mau berbohong.

Mama menaikkan satu alisnya seraya menatap wajahku lamat-lamat.

"Ayo jangan bohong, mama gak akan marah kok." balas Mama dengan suara yang lembut.

Aku beruntung sekali mempunyai Mama seperti Mama Jessica. Beliau tidak pernah mengekang ataupun menghakimi perbuatan anak-anaknya secara sepihak.

Aku berbisik tepat di telinga Mama. "Mau kencan ma, boleh kan?"

Kulihat sekarang Mama sedang mengulum senyumannya kepadaku. Jemari lentiknya bergerak menelusuri rambutku dengan pelan, lalu ia mengelus puncak kepalaku.

"Anak mama rupanya udah puber ya."

Aku hanya tersenyum tipis seraya menyembunyikan wajahku yang kuyakini sekarang sudah semerah tomat busuk. Menyebalkan memang. Akibat pipiku yang gampang merona ini jadinya aku tidak bisa bersikap cool untuk menutupi rasa malu ataupun tersipu.

"Mah doain ya semoga kencannya Ara sama Pak Doyoung lancar."

Tenang saja, Aku sudah menceritakan tentang perasaanku kepada Pak Doyoung ke Mama. Karena rasanya mulutku ini selalu gatal kalau tidak menceritakan tentang perasaan kasmaranku kepada orang-orang yang dekat denganku. Tapi tentunya Kak Jaehyun sebagai pengecualian untuk tempat berbagi cerita soal kasmaranku.

Kalau dia tahu aku ini nerupakan pejuang cinta bertepuk sebelah tangan. Pastinya dia akan selalu mengejekku, bahkan aku sudah bisa memprediksi kata-kata menyebalkannya itu. Seperti; ya panteslah lo gak di notice sama cowok itu, orang muka lo udah kaya muntahan anoa.

Atau seperti ini; sabar ya adekku yang tersayang, kalo cowok itu gak peka terus sama lo. Gampang aja, cari pelampiasan, caranya download aplikasi tantan: dijamin disana banyak cowok yang mau sama lo.

Oh tidak!

Membayangkan Kak Jaehyun berkata seperti itu dengan muka tengilnya saja tiba-tiba membuat tekanan darahku naik.

Mama tersenyum sembari menyemprotkan parfum ke tubuhku. "Tenang dek, pasti mama doain biar lancar. Kamu jago juga ya bisa naklukin cowok yang kamu sebut super dingin itu. Pak Dugong itu guru fisika kamu kan ?"

Dugong hmm..

Tolong maafkan Mamaku atas lidah lokalnya.

"Doyoung mah, doyoung..."

Mama langsung tertawa saat mendengar nada bicaraku barusan. "Aduh maklum gini nih, padahal mama orang korea asli, tapi udah kelamaan tinggal di Indonesia jadinya agak susah manggil nama-nama orang asing."

"Gakpapa mah, santai aja."

Oke biar ku ceritakan sedikit, bagaimana bisa kami bertiga tinggal di Indonesia. Padahal kami asli orang Korea Selatan.

Jadi, sewaktu Mama mengandung Kak Jaehyun. Ayah dipindahkan oleh atasannya untuk tinggal di Indonesia supaya beliau menghandle perusahaan yang merupakan cabang dari Korea.

Akhirnya Ayah dan Mama memilih untuk menetap disini. Indonesia, negara yang kaya akan budaya dan berbagai aspek lainnya. Meskipun aku warga negara Korea, namun aku, Mama, dan Kak Jaehyun sudah terlalu cinta dan nyaman tinggal di negara agraris ini.

MTMH | DOYOUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang