[8] Tujuhbelasan

27.7K 3.5K 219
                                        

"Bukan mahram katanya"


***

Hari ini adalah hari Indonesia merdeka tentunya hari ini semua masyarakat Indonesia turut merayakan kemerdekaan, tak terkecuali sekolah gue.

Upacara Tujuh Belasan sekolah digelar tepat pukul 07.00 pagi, agenda acaranya cukup banyak, mulai dari penampilan marching band sekolah, hingga pembacaan puisi kemerdekaan dari salah satu siswa.

Selesai upacara, semua siswa sibuk melakukan foto bersama, entah itu sama pengurus osis ataupun anggota paskibraka sekolah.

Gue, Zahra dan Oppie pun tak mau ketinggalan untuk mengabadikan momen ini.

"Guys, foto bareng kakel idaman yuk" ajak Zahra yang pastinya selalu semangat dalam hal seperti ini.

"Gass" ucap gue sama Oppie kompak.

Setelah kita bertiga sepakat untuk mengabadikan momen ini dengan foto bareng kakel idaman, kita bertiga langsung mencari dimana kakel idaman kita semua berada.

"Itu Kak Biyan lagi bareng sama Kak Naufal" kata Oppie seraya menunjuk kearah 2 orang yang berada dalam list pencarian kita.

"Kesana yuk!" sambung Zahra yang mulai kesenangan.

Setibanya di tempat mereka berada, Zahra langsung menyapa kakel idamannya tersebut.

"Haii, Kak Biyan" sapa Zahra dengan sumringah

"Eh? halo Zahra" balas Kak Biyan ramah.

"Boleh fotbar gak sama kalian berdua?" tanya Zahra gugup sambil garuk garuk kepala.

"Boleh lah" ucap Kak Biyan yang sudah mengambil posisi untuk foto.

"Biyan, lo aja deh yang fotbar, gue males" kata Kak Naufal dingin.

"Yaelah, masih dingin aja lo Fal, buruan sini" ajak Kak Biyan sambil menarik lengan Kak Naufal.

"Heumm" Untuk kesekian kali Kak Naufal pasrah mengikuti kemauan Kak Biyan.

"Sini hp nya biar gue aja yang pegang dek" tawar Kak Biyan.

"Ini kak" ucap Oppie sambil memberikan hp nya.

"Yuk, 1,2 3 SMILEE" kata Kak Biyan diiringi dengan senyuman kita ber 4.

Setelah foto bareng, Kak Biyan pun mengembalikan ponsel milik Oppie.

"Nih hp nya" ucap Kak Biyan seraya mengembalikan hp Oppie.

"Makasih Kak Biyan dan Kak Naufal" serempak kita bertiga

Kak Biyan tersenyum lebar. "Iya sama-sama"

"Heumm sama sama" tambah Kak Naufal.


***

Target kita selanjutnya adalah Kak Fariz. Gue pun sibuk mengedarkan pandangan mencari keberadaan doi.

"Itu Kak Fariz lagi jalan ke arah sini" bisik Zahra sambil menunjuk ke arah Kak Fariz.

DEG!

Perkataan Zahra barusan, langsung buat jantung gue berdegup dengan hebatnya.

"Bismillah! kali ini gue harus punya momen sama doi" ucap gue yang lagi nenangin diri saking deg-deg nya.

"Jangan banyak ngomong, sana buruann" sambung Oppie sambil memukul pelan bahu gue.

Rasa dan HarapanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang