Sabtu. Hari ini adalah hari paling bahagia bagi seorang Aisyah Azzahra, bagaimana tidak? tinggal hitungan menit saja dia akan menjadi kakak ipar gue alias istri dari Kak Royyan.
Sekarang gue lagi berada di salah satu kamar hotel tempat Zahra di rias.
"Sheila, gue ga nyangka deh bisa jadi kakak ipar lo hahahaha" cetus Zahra sembari tertawa ngakak.
Gue memutar kedua bola mata."Dih, apalagi gue"
"Eh? mulai sekarang lo harus jaga ucapan lo, ingat gue itu kakak ipar, camkan kata kakak itu" jelas Zahra sembari tersenyum sinis.
"Yeeuu bodo amat, eh foryourinformation sebentar lo juga harus jaga mata. Kan elo ngundang Kanaya, ya secara otomatis mantan doi lo alias Kak Biyan juga bakalan datang, yang ada ntar lo gagal move on kalo ga jaga mata dengan baik" ledek gue sambil menatap layar handphone.
Zahra terperangah."Astaga iya yak, huft semoga aja hati gue kuat menghadapi Kak Biyan sebentar"
Gue hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku si Zahra.
"Sheila ajak Zahra keluar, akad udah selesai" pinta Mama yang baru aja membuka pintu.
"Weitss gilaaa. Zahra udah resmi jadi kakak ipar gue" ucap gue sambil menutup muka.
"Sini dek, kakak peluk" lanjut Zahra sambil memeluk gue.
"Hussshh, udah main-mainnya. Buruan turun, mama tunggu dibawa" sambung Mama sambil menutup pintu kamar.
"Sheila, lo masih ingat ngga sama kriteria pernikahan idaman gue yang waktu SMA gue bilang ke elo?" tanya Zahra.
Gue mengangguk pelan."Iya, di acara pernikahan idaman menurut seorang Zahra, dia itu pengen banget dinyanyiin lagu beautiful in white kan ama suaminya? gitu kan?"
"Hehehe, andai aja kakak lo nyanyiin gue" Zahra mulai berkhayal.
"Kakak gue orangnya alim suaranya bagus kalo lagi ngaji doang, tapi ga menutup kemungkinan sih dia bakal nyanyi demi lo"
"Eh ayok turunn kita udah ditungguin" sambung gue sambil mengenggam tangan Zahra.
Kita berdua pun keluar dari kamar dan masuk ke dalam ruangan yang didalamnya udah ada kakak gue,keluarga,teman, serta tamu undangan lainnya.
Setibanya di dalam ruangan, semua pasang mata langsung menyorot gue ama Zahra.
Zahra langsung menuju pelaminan, sementara gue, gue duduk ditempat teman teman gue berada.
Setelah tamu undangan udah pada pulang, sekarang tersisa keluarga dan teman teman SMA gue doang, Zahra dan Kak Royyan turun dari pelaminan dan langsung menghampiri gue.
"Selamat ya Zahra uwuuuu" ucap Musdalifah sembari tersenyum ringan.
"Hai gaezz sekarang kita lagi berada di pernikahan salah satu teman SMA gue yaitu Zahra" sahut Elsa yang menjelma menjadi vlogger di pernikahan Zahra.
"Zahra selamat ya" ucap Kak Biyan tersenyum lebar yang diiringi anggukan dari Kanaya.
"Hiyaaa jaga mata ama hati Ra" ledek gue dengan sedikit tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa dan Harapan
Novela Juvenil[SUDAH TERBIT & PART MASIH LENGKAP] *** Apa hal yang bisa membuat kamu menjadi seorang pengagum rahasia? Apa alasan kamu bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama? Atau apa yang bisa membuatmu menjadi sosok yang bisa dibilang tahan banting? Apa yang...
