[3] Kebahagiaan Zahra

52.8K 5.2K 370
                                        

Gunakan teman sekelas kakel idaman lo, buat tau informasi lebih banyak tentang doi

***

(Zahra Pov)

Sejak pertemuan gue sama kakel yang sangat menarik perhatian gue itu, setiap waktu luang yang gue punya di sekolah selalu digunain untuk mencari informasi tentang cowok itu. Tapi sayang, pencarian gue sampai saat ini belum pernah membuahkan hasil. Hari ini adalah jadwal pelajaran olahraga di kelas gue. Hal inilah yang selalu gue tunggu tiap minggunya, kenapa? Ya jawabannya karena setiap pelajaran olahraga berakhir, waktu istirahat jadi lebih lama dari pelajaran yang lain. Nah, waktu istirahat itulah yang akan gue gunain untuk nyari informasi tentang kakel itu.

"Akhirnyaaa olahraga selesai juga, kantin yok!" Ajak Oppie.

"Ayokk!!" Sambung Sheila dengan penuh semangat.

"Ehmm...guys, gue boleh minta tolong gak?" Tanya gue.

"Minta tolong apaan Ra?" Balas Sheila.

"Waktu istirahat kali ini, bantuin gue cari informasi tentang kakel yang kemarin dong please.." pinta gue dengan wajah memelas.

"Yaelah, ogah! Lo aja sana, gue haus" sahut Oppie santai.

"Gitu amat lo jadi sahabat, oh ya La bukan nya lo punya janji ama gue?" Gue mengingatkan.

"Hah? Janji apaan?" Tanya Sheila sambil mengernyitkan dahinya

"Janji yang kemarin ituloh, kalau gue nemenin lo ngomong sama si ketos lo bakal bantuin gue juga, ingat kann?" Jawab gue.

"Sumpah ya, kalau gue ga ada janji sama lo ogah banget dah. Yaudah ayok gue temenin." balas Sheila dengan nada sedikit malas.

"Yes! Gitu dongg.." sahut gue dengan penuh semangat.

"Oke La. Ra buruan sana cari tahu infonya, jangan lupa kabarin gue hasilnya. Sorry gak ikut, gue capek banget soalnya" sambung Oppie.

"Hehe... gapapa kok. Bye, hati-hati lo" jawab gue dan Sheila kompak.

Setelah berpisah dari Oppie, gue sama Sheila langsung mencari informasi tentang kakel yang gue incar itu. Semua koridor di sekolah udah kita lewatin. Sekarang kita jalan menuju aula, yang ada tepat di samping kiri lapangan bulutangkis. Belum sampai di aula, gue ngeliat cowok yang udah dari tadi gue cari.

"Omaygatttt La! liat itu itu ituu!!!" Tunjuk gue dengan nada sedikit gemetar.

"Apa sih? Yang manaa?" Tanya Sheila masih tak mengerti.

"Itu loh, cowok yang main bulutangkis pakai raket merah. Ya ampunn, akhirnya gue nemuin lo juga Kak." Gue kegirangan.

Sheila mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ohh..itu orang nya? Udah lihat kan? Terus sekarang lo mau apa?"

"Lo tunggu disini ya!" Jawab gue.

Sheila menghela napas malas. "Oke"

***

Setelah ngeliat dia udah selesai main dan bernjak meninggalkan lapangan, gue langsung ngejar temannya yang tadi main sama doi. 

"Ehmmm maaf...permisi Kak." Gue menyapa dengan sedikit gemetar.

"Iya, ada perlu apa ?" Jawab kakel itu dengan nada yang sangat ramah.

"Mau nanya, nama teman Kakak yang tadi main bulutangkis di sini siapa?" Tanya gue yang udah mulai gemetar gak karuan.

"Ohh..itu namanya Biyan Ranuwidjaya, biasa dipanggil Biyan. Kenapa tanya-tanya, lo suka?" Ucap kakel itu tanpa dosa.

Gue menggeleng cepat. "Nggak kak, cuma nanya aja."

"Jujur aja kalii... itu muka lo udah merah banget loh" Ucapnya dengan sedikit tertawa.

"Hah? Seriusan kak?" Sahut gue sambil memegang muka.

"Nggaak tenang aja, gue becanda kali. Yaudah, gaada yang mau ditanyain lagi kan?" Sambung si Kakel.

"Satu pertanyaan lagi kak, Kak Biyan kelas berapa ya?"

"Kelas 12 Ipa 1 Dek." Jawabnya.

"Oke, kalau gitu makasih banyak Kak atas waktu dan informasinya." Ucap gue sambil nunjukkin cengiran yang gak bisa ditahan.

"Iya sama-sama." Balas teman kak Biyan sambil berlalu melewati gue.

Setelah bercakap-cakap dengan teman Kak Biyan, gue langsung menuju ke Sheila yang udah daritadi nungguin gue.

"Hai La, sorry lama ya?"

"Ga papa deh itung-itung lo juga udah bantuin gue kemarin, jadi gimana?" Tanya Sheila dengan nada penasaran.

"Namanya Biyan kelas 12 Ipa 1, huahhh... senang banget gue tahu gak si!" Gue tersenyum lebar.

"Yeeu...baru tau nama aja seneng minta ampun, gimana pas ngobrol nanti" ledek Sheila, sambil menepuk jidatnya.

"Gak tau deh kalau ngobrol sama dia bakalan kayak gimana, auto keringetan kayaknya." 

"Iya iya semerdeka lo aja, eh ke kelas yuk!" Ajak Sheila sembari merangkul lengan gue

"Kuy lah!" Sahut gue yang masih senyam-senyum sendiri. Maklum aja, ini ekspresi yang banyak cewek tunjukkin pas tahu info tentang doinya.

Hari ini gue senang banget, penyelidikan gue tantang kakel idaman membuahkan hasil juga akhirnya. Target gue sekarang yaitu harus berani ngobrol sama dia dan berusaha buat dikenal sama dia. Semoga akhirnya bagus ya.

Haduh Zahra, jiwa khayal lo tinggi banget sumpah kapan sih bisa hilang.

(Zahra pov end)

Rasa dan HarapanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang