[29] Curhat sama Guru

17.8K 2.1K 141
                                        

"Punya banyak mantan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Happy reading

Pelajaran terakhir hari ini adalah Bahasa Sastra Indonesia. Setiap pelajaran BSI gurunya selalu minta buat belajar di Taman Baca sekolah,

So? sekarang kita semua udah berada di Taman Baca mendengarkan penjelasan dari guru sastra mengenai tata cara penyusunan makalah yang baik.

Sudah hampir 2 jam pelajaran sastra berlangsung.

"Oke anak-anak, karna kita udah berada di akhir bab 1, maka berakhir pula pelajaran kita pada hari ini" ucap Bu Alfi sembari tersenyum ringan.

"Kan masih ada 30 menit buuu" sahut Kanaya sambil mengernyitkan dahinya.

"Nah 30 menit itu kita gunain buat cerita cerita random" sambung Bu Alfi.

"Bu, tau Kak Fariz ngga?" tanya Zahra sambil melirik ke arah gue.

"Tau dong"

"Sheila kagum banget ama dia bu" cetus Zahra dengan tersenyum jahil ke arah gue

Mendengar perkataan Zahra, Bu Alfi langsung menoleh ke arah gue.

"Ap-paan sih, Ra" sahut Gue sambil memberikan Zahra tatapan tajam.

"Sheila, ibu kasitau nih ya Fariz itu punya banyak mantan tau" ucap Bu Alfi sambil tertawa kecil.

Zahra terperangah,kemudian membekap mulutnya.

"Udah tau kok Bu" lanjut Gue dengan santai, Secara gue udah nge-stalk Kak Fariz dari akar-akarnya bahkan sampai dapat foto Kak Fariz ama mantan di facebook lamanya.

Pertanyaan gue selama ini tentang kenapa dia terlalu dingin, kenapa dia ga mau terlalu dekat ama cewek, terus kenapa dia sering berdiam diri di mesjid sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya pun semua udah kejawab, ternyata dia punya masa lalu yang buruk. Jadi dari situ gue bisa melihat dia kayaknya menyesal gitu deh.

"Ohh ternyata kamu udah tau---- bytheway ibu denger dia sama Anshar lanjut di Mesir" sambung Bu Guru..

"Widihhh jauh banget" kata Firah sambil geleng geleng kepala.

"Percaya aja, jodoh pasti bertemu" tambah Kanaya dengan tersenyum ringan.

"Bu, kalo Kak Afid tau ga?"

"Kak Syarhun Bu?"

"Kak Aidyl juga bu, tau ga?"

"Kak Anshar pasti ibu tau deh, iya kan?

"Aduhh pusing banget kepala ibu, ternyata seluruh perempuan di kelas kalian pada nyimpan perasaan sama kelas 12 yang udah lulus---ada ada aja deh kalian ini" ucap Bu Alfi sambil memijat pelan dahinya dengan tertawa pelan.

"Nanti kalo mereka kesini buat ngurus ijazah, ibu laporin loh" lanjutnya.

"Jangannn" serempak semua siswi kelas bahasa yang sontak membuat Bu Alfi semakin tertawa.

Rasa dan HarapanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang