Berlayarlah
untuk menyadari tempat seperti apa yang cocok untuk kau singgahi nantinya
Berlabuhlah
untuk memberitahukan bagaimana tempat yang kau inginkan, agar aku bisa bersiap diri untuknya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T I K. Pelajaran itu dibagi menjadi tiga bagoan di sekolah gue. Yaitu Tata Busana, Listrik, serta Radio Tv. Karena gue ga ada minat samsek sama listrik dan radio tv, jadilah gue memilih untuk menjadi salah satu bagian dari tata busana.
Untuk pelajaran ini, Oppie doang yang pisah kelas sama Gue, Zahra dan Aisy. Soalnya dia lebih milih masuk di Radio Tv.
Sekarang gue lagi berada di ruang Tabus untuk menerima pelajaran seputar menggunting pola Rok dan sebagainya.
Pelajaran TIK menjadi pelajaran kedua di hari ini dan berlangsung selama 2 jam sampai bel istirahat pertama berbunyi.
"Gimana kelas bahasa? udah selesai menggunting pola nya?" tanya Bu Tini selaku guru tabus.
"Udah bu" serempak kita semua.
"Yaudah, sekarang polanya kumpul di atas meja saya" sambungnya.
"Iya bu" ucap gue dan temen temen yang langsung menyimpan potongan pola yang udah disatukan di depan meja Bu Tini.
"Kalian boleh kembali ke kelas" jelasnya.
"Lah? bel istirahat kan belum bunyi buu" protes Firah sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kalian semua kan udah selesai mengerjakan tugas dari saya. Jadi apalagi yang mau dikerjain disini? Aneh banget deh, di kasih kebebasan waktu malah protes"
"Emang mau saya tambahin tugasnya?" lanjut Bu Tini dengan nada datar.
Zahra menggeleng cepat."Nggak bu nggak"
"Kalo gitu---kita pergi dulu bu, Assalamuaikum" sambung Kanaya sambil mencium tangan Bu Tini disusul kita semua.
"Waalaikumussalam"
Karena pelajaran kita udah selesai, gue mengajak Aisy dan Zahra untuk langsung menuju ke kantin.
Secara kalo mau nunggu bel istirhat berbunyi yang ada kantin udah keburu rame.
Setibanya di kantin, kita bertiga disuguhkan dengan wajah-wajah para kelas 12 yang beberapa hari ini sudah tidak terlihat lagi.
"Eh Aisy, Kak Anshar tuhh" sahut Zahra sambil menunjuk ke arah gerombolan cowok yang sedang berbjncang-bincang santai di taman depan kantin.
"Ohiya,, kemarin sih dia bilangnya mau ngurus SKHU" lanjut Aisy dengan santai yang langsung masuk ke kantin.
"Eh itu cowok yang tunduk----Kak Fariz bukan sih?" tukas Zahra yang langsung buat gue auto nengok ke arah orang yang dimaksud Zahra.
Saat melihat ke arah yang Zahra tunjukkin. Bener aja cowok yang tunduk itu adalah Kak Fariz. Alhasil gue langsung bergegas untuk meninggalkan kantin. Ga tau kenapa gue bebar benar ga mau ketemu dia lagi.
"Sheila, lo mau kemana?" tanya Zahra sambil menahan sebelah tangan gue.
"Lepas" ucap Gue sambil menepis tangan Zahra dan langsung berlari dengan sekencang-kencangnya biar cepat sampe ke kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa dan Harapan
Teen Fiction[SUDAH TERBIT & PART MASIH LENGKAP] *** Apa hal yang bisa membuat kamu menjadi seorang pengagum rahasia? Apa alasan kamu bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama? Atau apa yang bisa membuatmu menjadi sosok yang bisa dibilang tahan banting? Apa yang...
