[55] Penantian berharga [END]

37.5K 2.9K 523
                                        

Kagum udah
Bersatu juga udah
lantas, bagaimana dengan perasaan?

Ternyata jawabannya masih sama.
'Belum katanya'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Buka Hati
Yura Yunita

"Sheila, bangunn" ucap seseorang sambil menggoyang-goyangkan lengan gue secara perlahan.

Karena gue kaum rebahan serta mageran, gue hanya mengubah posisi tidur, tanpa memerdulikan orang yang ngebangunin gue.

"Sheila Argetha, saya minta kamu bangun sekarang"

"Iya Ma, iya" Gue mengerjapkan mata sembari menguceknya.

Ketika penglihatan udah mulai jelas, seketika itu gue langsung tersadar kalo sekarang gue lagi ga tidur di kamar pribadi melainkan di sebuah kamar hotel. Bukan cuma itu aja, gue juga mendapati seorang cowok yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan tatapan lurus ke arah gue, hal itu sontak buat gue auto loncat dari tempat tidur.

"Kak Fariz?" gumam gue.

"Bukan, saya mama kamu" pungkasnya.

Gue tersenyum kikuk."Ma-maaf kak, soalnya yang biasa ngebangunin aku cuma mama doang, jadi ya gitu deh"

"Hm"

"Kenapa ngebangunin?" tanya gue masih dengan wajah ngantuk.

"Ambil wudhu gih, kita shalat bareng"

Mendengar ucapan Kak Fariz, gue langsung melirik jam dinding yang udah disediain oleh pihak hotel di dalam kamar ini.

"Jam 2? ini kan belum waktu subuh"

"Bukan shalat subuh, tapi shalat sepertiga malam"

Gue mengernyitkan dahi."Lah? shalat sepertiga malam harus banget berjamaah?"

"Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Jika seseorang membangunkan istrinya pada malam hari dan kemudian shalat bersama dua raka'at, mereka tercatat sebagai laki-laki dan wanita yang mengingat Allah" hadis riwayat Abu Dawud" ujarnya dengan penuh penekanan.

Mampus. Gue udah  ga bisa berkata-kata lagi kalo udah di kasih hadis. Alhasil, yang tadinya masih ngantuk, langsung auto melek dong.

Selepas mengambil air wudhu, gue langsung gerak cepat untuk membuat shaf tepat di belakang Kak Fariz, setelah semuanya udah siap, Cowok berbalut peci hitam lengkap dengan sarungnya serta rambut yang masih setengah basah karena air wudhu tersebut langsung memulai Shalat malam 2 rakaat.

Gue masih setengah percaya sih bisa shalat sepertiga malam diimamin sama kakel idaman dari SMA kayak gini.

🍃🍃🍃🍃

"Assalamualaikum warahmatullah, Assamualaikum warahmatullah" ucap Kak Fariz seraya mengakhiri shalat tahajud malam ini.

Saat Kak Fariz terlihat berdzikir dan berdoa, gue sibuk menahan kantuk yang kembali menyerang.

Rasa dan HarapanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang