[21+] Dia adalah Min Yoongi. Tetangga baru yang tiba-tiba melamarmu dengan cara yang tidak biasa.
---
[After Marriage]
Sequel dari New Neighbor.
Setelah janji bersama sehidup semati disaksikan dan disumpah dihadapan Tuhan dan para jemaat, semua fakt...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lega gadis itu tak ada yang bertanya macam-macam perihal selera bajunya tiba-tiba berubah. Jarang sekali ia menggunakan loose blouse untuk pergi ke kantor, tapi karena ia sedang merahasiakan kehamilannya, setengah hati ia relakan fit blousenya terpajang baik-baik di lemari.
Rapat rutinannya pun berjalan lancar. Vee hanya perlu memberi laporan kinerjanya selama beberapa bulan belakangan dan bisa kembali bekerja dari rumah.
Perusahaannya memang unik. Menyediakan kelonggaran bagi beberapa karyawannya untuk bekerja dimana saja. Asal pekerjaan yang diberikan beres dan karyawan bisa bertanggung jawab, selesai urusan. Setiap bulan dapat gaji meski terlihat seperti pengangguran tak ada kerjaan.
Beruntung Vee bisa bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang fast moving consumer goods dengan kebijakan yang sangat memudahkan karyawannya itu. Apalagi dia tipe orang yang begitu mencintai kasur, cocok sudah pekerjaannya saat ini. Tidak setiap hari ke kantor dan bisa dikerjakan sambil selonjoran di kasur.
Berbicara tentang kasur, Vee jadi ingat suaminya sendiri. Hal lain tentang Suga yang baru ia tahu setelah menikah dengan Suga adalah laki-laki itu juga pecinta kasur. Bukan pemalas, tapi kalau semua pekerjaannya selesai, Suga lebih memilih kasur ketimbang traveling atau layaknya orang lain yang melakukan refreshing di ruang terbuka.
Bersyukur Vee banyak-banyak karena orang yang berhasil menyeretnya ke luar rumah adalah tetangganya sendiri yang tinggalnya persis di sebelah rumahnya. Dia tak perlu jauh-jauh jika ingin mengunjungi keluarganya.
"Hei yang senyum-senyum sendiri!"
Vee mendongak sedikit kaget karena ada yang menyapanya dengan nada sangat bersemangat. Saat itu dia baru saja menikmati kopi di ruang self service milik kantornya bekerja. Ruang itu menyediakan berbagai macam minuman untuk para karyawannya. Bukan kantin, melainkan fasilitas gratis dari kantor demi kenyamanan pekerja di sana.
"Apa kabar, Jung?" Sapa Vee pada rekan kerja satu departemennya yang bernama lengkap Jung Hoseok.
"Makin kurus. Tuan Kang sangat pilih kasih. Dia selalu meminta laporan padaku tengah malam dan berdiskusi online sampai pagi buta. Lihat kantong mataku! Sudah seperti zombie saja aku ini."
Vee tertawa mendengar curhatan Hoseok tentang kepala departemen statsistik tempat mereka bekerja.
"Tapi gajimu jadi lebih besar dari pada aku, Jung. Dan lagipula itu artinya Tuan Kang sangat menyukaimu karena dia memilih berdiskusi denganmu daripada dengan yang lain."
Hoseok memutar kedua bola matanya. "Capek Vee tiap malam begadang terus menerus. Kapan aku bisa gemuk kalau begini caranya?! Jomblo terus aku kalau muka macam zombie kurang gizi begini."
"Ha ha ha memangnya ada zombie cukup nutrisi? Mereka kan hanya mayat hidup. Mau makan sebanyak apapun, tetap tubuhnya tak bermetabolisme."
"Bicara tentang zombie, apa aku sebaiknya cari pasangan saja biar aku jadi zombie tampan seperti di film Warm Bodies? Si R itu kan jatuh cinta dengan Julie terus dia jadi tampan karena mereka pacaran."