[21+] Dia adalah Min Yoongi. Tetangga baru yang tiba-tiba melamarmu dengan cara yang tidak biasa.
---
[After Marriage]
Sequel dari New Neighbor.
Setelah janji bersama sehidup semati disaksikan dan disumpah dihadapan Tuhan dan para jemaat, semua fakt...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menikah itu seperti menemukan teman bertengkar yang akan kita hadapi seumur hidup. Dua kepala berbeda yang disatukan tak mungkin begitu saja mudah dalam mengarungi perjalanan.
Apalagi perjalanannya bukan perjalanan wisata menaiki kereta api, melainkan bahtera rumah tangga yang di dalamnya banyak sekali badai siap terjang.
Begitu juga yang dirasakan oleh Vee. Kini badai dalam bahteranya mulai menampakkan diri.
Menikah dengan Suga awalnya memang mendebarkan karena dia hanya mengenal laki-laki itu satu minggu sebagai tetangga barunya, Suga melamarnya dengan cara menanamkan benih cinta ke dalam rahimnya, Vee jatuh cinta, dan satu bulan kemudian mereka menikah.
Tidak banyak yang Vee ketahui tentang Suga selain laki-laki itu tinggal di sebelah apartemennya, memiliki keluarga di luar negeri, dan pekerjaannya sebagai editor film dewasa. Selebihnya seperti gaji, harta, dan isi rumahnya baru Vee tahu setelah menikah.
Entah itu sudah bisa dikatakan Vee mengenalnya dengan baik atau tidak karena seharian ini saja dia banyak menemukan hal baru yang sama sekali tidak ia tahu sebelumnya dari Suga. Salah satunya adalah temperamen suaminya yang meledak dan melampiaskannya dengan cara mengurung Vee di dalam kamar sampai gadis itu lapar dan hampir pingsan.
"Belum tidur?" Suga meraih tubuh Vee yang membelakanginya dan menaruh wajahnya di perpotongan leher dan bahu Vee.
Vee hanya menggeleng, menjawab pertanyaan Suga.
"Kenapa? Kau masih marah?"
Vee menghembuskan napasnya pelan dan berat. Jelas dia masih marah, meskipun tadi siang mereka sudah berbaikan dengan melakukan itu di depan kulkas Seokjin, tapi tetap saja hal itu tidak membereskan masalah. Banyak hal yang masih berputar di otaknya.
"Bodoh ya aku. Masih saja tanya."
Untung kali ini Vee tidak sedang mengunyah makanan. Tapi seandainya ada makanan di mulutnya pun, untung dia tidak menghadap Suga. Jadi dia tidak akan menyemburkan apa-apa di depan muka Suga karena mendengar pernyataan Suga barusan. Membuatnya ingin terbahak, terpingkal-pingkal karena mendengar seorang Suga yang selalu mengatai dirinya jenius bisa tiba-tiba mengaku bahwa dia bodoh.
Ya memang benar, kali ini dia begitu bodoh. Menanyakan pertanyaan retorik pada Vee. Tapi lucu sumpah kalau seorang yang kelewat pede membully dirinya sendiri.
"Tertawa saja. Aku tidak akan marah." ucap Suga dengan lengan yang semakin erat merengkuh tubuh istrinya.
"Lalu yang kau akan marah apa?"
Suga tak langsung menjawab. Dia diam dengan napasnya yang menyapu tengkuk Vee. Membuat Vee harus menahan rasa geli yang begitu menyiksa.
"Kau mau aku bagaimana? Tidak marah saat ada laki-laki lain meraba-raba perutmu? Tidak marah saat dia memelukmu dengan sangat erat dari belakang? Tidak marah saat dia--"