Gadis Kang itu memberontak dibawah kukungan tubuh Jimin, tetapi semakin dia bergerak semakin dia menyentuh tubuh Jimin, Semakin dia merasakan keanehan dari tubuhnya. Seperti ingin, disentuh?
"Perangsang?" Tanya Seulgi setelah dia menyadari nya mengapa tubuhnya bereaksi seperti itu.
"Gadis pintar. Aku tahu dibawah sana sudah basah bukan? Mau kubantu hm? Mau hanya seperti ini? " Ucap Jimin sembari menggerakan pinggulnya, membuat milik mereka yang masih terbalut utuh pakaian itu menggesek, sukses membuat Seulgi mengerang. "Atau ku berikan yang lain. Milikku, masuk kedalam lubangmu. Dan kita mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Aku akan memuaskanmu, membuatmu mendesah hebat dan menghancurkanmu. I will fuck you hard Kang Seulgi." Jimin membisik sensual tepat ditelinga Seulgi. Membuat tubuh Seulgi menegang seketika, Jimin benar tentang tubuh bagian bawahnya sudah terasa basah. Ingin menolak dan pergi dari sini tapi tubuhnya tidak seperti itu, tubuhnya ingin disentuh. Rasanya sangat menyiksa, ini kali pertama Seulgi merasakannya. Merasakan ingin benar-benar disentuh hingga dimasuki.
"Just do it!" Ucap Seulgi lantang. Dia benar-benar tak bisa menahannya, rasanya terlalu menyesakkan dibiarkan saja seperti ini dengan Jimin yang terus menggodanya.
Salah satu sudut bibir Jimin tertarik, membuat sebuah smirk yang menggoda disana. Merasa dirinya menang atas permainan ini.
"Sure baby" Jimin segera melepas satu tangan nya yang menahan tangan Seulgi dan bibirnya bergerak melumat bibir gadis Kang dibawahnya. Sebuah lumatan dalam dan kasar yang membuat Seulgi kewalahan, membuatnya mencengkram lengan Jimin yang sudah bergerak meremas satu sisi dada milik Seulgi. Hingga desahan yang tertahan itu terdengar ditelinga Jimin, membangkitkan gairahnya semakin tinggi.
"Ahhn, Daepyonim" Satu desahan lolos dengan bebas dari bibir Seulgi saat ciuman Jimin beralih pada lehernya, sedangkan satu tangan lainnya sudah menelusup kedalam dress yang Seulgi kenakan. Menyentuh milik Seulgi yang masih terbalut celana dalam nya.
"Panggil namaku. Park Jimin. Katakan itu " Ucap Jimin disela-sela nafasnya yang agak tersenggal sembari melumat dan menghisap collarbone milik Seulgi. Meninggalkan tanda kemerahan disana.
Tak puas hanya bermain disana, Jimin mulai melepaskan mini dress yang Seulgi kenakan. Menyisakan balutan bra dan cd yang senada berwarna hitam. Membuat Jimin menatap takjub dengan tubuh Seulgi yang terlihat begitu indah dimatanya, dengan keringat yang juga menempel disana. Jimin juga mulai melepaskan kemejanya, dan melepas seluruh pakaiannya. Benar-benar melepaskan semuanya hingga semua bagian tubuhnya terekspos, termasuk bagian dibawah sana yang sudah menegak membuat Seulgi menelan ludah kasar. Rasanya ingin mengatakan kalau dia ingin berhenti, tak ingin melanjutkannya. Namun Jimin sudah kembali menindih tubuhnya, melumat kembali bibirnya dengan lidah yang bermain-main bersama lidah Seulgi.
Satu tangan Jimin menurunkan celana dalam Seulgi hingga setengah pahanya. Jari-jarinya mulai bergerak mengusap milik Seulgi, sampai beberapa saat kemudian jari telunjuknya masuk kedalam lubang Seulgi. Membuat Seulgi melenguh dan menggigit lidah Jimin dan melepas tautannya.
"Sialan. Sakit" kesal Jimin saat merasakan sakit dilidahnya. Sedangkan Seulgi sudah mencengkram tangan Jimin, berniat menahan tangan Jimin agar tak bergerak. Jimin yang terlalu kesal memasukan satu jarinya lagi, menggerakan nya keluar masuk namun tak terlalu dalam tapi begitu cepat.
Seulgi menggelinjang atas apa yang dirasakannya dibawah sana, tangannya semakin kuat menahan tangan Jimin namun sia-sia. Sedangkan satu tangannya lagi ia gunakan untuk mencengkram bahu Jimin. "Jimin, ahh stop it. Park Jiminhh" Rasanya ingin menangis, lubangnya dibawah sana terasa terkoyak oleh dua jari Jimin, perih. Namun disisi lain juga terasa nikmat secara bersamaan. Seulgi memutar otaknya, Fingering? Seperti inikah rasanya?
"Mana bisa aku berhenti hm? Kau menikmatinya sayang. Mau kutambah? " Ujar Jimin menatap wajah Seulgi, sedangkan satu jari lain miliknya siap untuk dimasukan kembali kedalam lubang Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SERENDIPITY [END]
FanfictionHanya ada dua kemungkinan di dunia ini tentang kata 'Kebetulan'. Satu, kemungkinan jika Kebetulan itu sendiri tidak ada di dunia ini. Dan dua, kemungkinan jika Kebetulan itu memang ada. Seperti saat Seulgi datang ke dunia Jimin, entah kebetulan ata...
![SERENDIPITY [END]](https://img.wattpad.com/cover/198904771-64-k874661.jpg)