Jinyoung menopang dagu dengan tangan kanannya, sesekali tersenyum menatap Jihoon dari kaca buram jendela ruangannya. Meskipun hanya punggung yang terlihat entah kenapa membuat jantungnya berdebar, Jinyoung menyukai debaran itu.
"aku sepertinya benar-benar jatuh cinta pada Jihoon" gumamnya.
Jinyoung bangkit dari kursinya, satu jam lagi jam makan siang dan ia ingin mengajak sekretaris manisnya itu makan siang bersama.
"Jihoon"
"iya Tuan?"
"mau makan siang bersamaku?"
Jihoon mengerjap, pipinya perlahan merona dan tampak gugup di kursinya.
Astaga, dia benar-benar menggemaskan! Pekik Jinyoung dalam hati.
"kau sudah ada janji?"
"sebenarnya.. Saya akan makan siang bersama Hyungseob dan Seunghun hyung"
"apa? Seunghun?" Jihoon mengangguk pelan.
"batalkan dengan Seunghun, astaga dia benar-benar tidak sadar kodratnya"
"hng? Kodrat?"
"lupakan, jadi kau mau makan siang bersamaku atau bersama mereka?"
"apa ada yang harus kita bicarakan selagi makan siang Tuan?"
"iya ada"
"tentang apa?"
"pertanyaanku semalam"
"pertanyaan semalam? Yang mana?"
"tentang.. T-tentang.. Setelah apa yang kita bicarakan tentang ciuman kita"
Hening.
Jinyoung merutuki bibirnya yang bicara tidak melihat keadaan sedang Jihoon wajahnya sudah memerah hingga ke telinga, Jinyoung menatap sekitarnya dan merasa lega ketika tidak ada siapapun selain mereka berdua.
"kau ingat kan pertanyaanku semalam?" Jihoon mengangguk pelan.
"jadi apa jawabanmu?"
"saya.."
"Jinyoung"
Keduanya menoleh ke sumber suara, Jinyoung membulatkan mata tidak percaya dan Jihoon hanya menatap dengan ekspresi bingung.
"eomma?"
Mendengar itu Jihoon sontak berdiri dan membungkuk sopan pada Luhan, Jinyoung segera memeluk ibunya erat.
"eomma kapan datang? Kenapa tidak menghubungiku? Aku bisa menjemput eomma di bandara" tanya Jinyoung setelah pelukan mereka terlepas.
"eomma baru sampai, mampir kerumah sebentar sebelum kemari"
"eomma kerumah? Untuk apa?"
"bernegosiasi"
"jadi?"
"kita bicara di dalam"
"Luhan eomma?"
"eoh? Yonghee, Seunghun bagaimana kabar kalian?"
Luhan memeluk kedua lelaki itu bergantian, membiarkan ketika Yonghee masih memeluk pinggangnya manja.
"kami baik eomma, kapan eomma datang?"
"baru saja, mampir kerumah sebentar sebelum kemari. Kenapa kalian bekerja di hari Sabtu?"
"tanyakan pada Jinyoung, dia benar-benar membuatku tidak bisa jalan-jalan" adu Yonghee dan seketika mendapat delikan protes dari Jinyoung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanfictionBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...