Chapter 31

741 91 141
                                        

Yujin, Sungwoon dan Minhyun bersandar di pembatas lantai dua, mereka tengah memperhatikan pertengkaran sengit antara Jihoon dan Gyuri.

"bisa hentikan kalian berdua? Kepalaku sakit mendengar pertengkaran kalian" keluh Jinyoung.

"suruh saja simpananmu itu yang diam"

"aku bukan simpanan"

"lalu apa? Kau istri kedua Jinyoung yang di nikahi tanpa seijin istri pertamanya, apa namanya jika bukan simpanan?"

"dasar wanita tidak berpendidikan, apa mulutmu tidak pernah di sekolahkan?"

"kenyataannya memang seperti itu"

"kau-"

"CUKUP!!" sentak Jinyoung dan berhasil membungkam kedua istrinya.

"ini masih jam tujuh pagi dan kalian sudah berdebat seperti ini, kalian bahkan tidak mendengarkan ucapanku sejak tadi. Kalian menganggapku apa disini?!"

"tapi dia yang-"

"kau tidak dengar ucapanku?!"

"malah menyalahkanku"

"kau juga Jihoon, kontrol emosimu dan ingat kau sedang hamil muda. Emosimu yang berlebihan bisa berpengaruh pada anak kita"

"tapi kan-"

"jangan membantah"

Jihoon dan Gyuri menggerutu dalam hati, Jinyoung dan omelannya adalah bencana di pagi yang cerah ini.

"salah satu dari kalian jelaskan padaku ada apa sebenarnya?"

"Gyuri melarangku menyiapkan sarapan untukmu"

"bukankah kau yang melarangku?" sahut Gyuri tidak terima.

"kau lupa siapa yang-"

"ck! Aku bilang salah satu dari kalian bukan keduanya" sela Jinyoung, ia benar-benar sakit kepala sekarang.

Apa menyetujui permintaan Jihoon untuk tinggal bersama Gyuri adalah keputusan yang tepat?

Jika Jinyoung tau hal seperti ini akan terus terjadi setiap saat mereka bertatap muka mungkin Jinyoung akan menolak permintaan Jihoon, sungguh telinganya sakit mendengar pertengkaran kedua istrinya yang tidak kenal waktu dan lelah.

"jadi ini tentang sarapan?" tanya Jinyoung dan di angguki kedua istrinya.

"biar pelayan yang menyiapkan sarapanku"

"tapi kan-"

"kalian berdua bawa sarapan kalian dan tunggu aku di kamar"

"Jin-"

"just.do.it"

Jihoon dan Gyuri menggeram kesal, Gyuri tidak peduli dengan sarapannya dan memilih segera ke kamarnya sedang Jihoon menghabiskan susunya tidak sabaran dan menaruh gelas sedikit kasar sebelum pergi dari meja makan.

Jinyoung menghela nafas lelah, memijat pelipisnya perlahan.

"baru hari pertama dan kau sudah sakit kepala?" tanya Minhyun yang baru bergabung bersama Yujin dan Sungwoon.

"mereka selalu bertengkar sejak aku dan Jihoon sampai disini kemarin pagi"

"kehamilan Jihoon membuat emosinya meledak-ledak" seru Sungwoon.

"aku tidak tau jika emosinya sangat mudah terpancing, telingaku sakit mendengar perdebatan mereka"

"itu resikomu oppa, siapa suruh memiliki dua istri?"

"ucapanmu sangat membantu Bae Yujin"

"hanya bicara apa adanya" jawab Yujin acuh.

"kemana eomma dan appa?"

Trap In An Affair [ Deepwink ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang