Hyunsuk berlarian di lorong rumah sakit, tidak peduli hentakan sepatunya menggema dan mengganggu orang-orang yang ada disana.
Hyunsuk meninggalkan meeting dengan client penting begitu saja setelah mendapat kabar ketuban Yonghee pecah, ia menyetir gila-gilaan tanpa peduli keselamatan dirinya sendiri.
"bagaimana istriku?" tanya Hyunsuk terengah, keringat sudah bercucuran di wajah tampan itu.
"dokter masih menanganinya" jelas Luhan.
Tadi pagi Luhan bersama Jihoon dan Ibu Hyunsuk datang mengunjungi Yonghee dirumah baru mereka, baru sepuluh menit mereka disana tiba-tiba Yonghee mengeluh perutnya sangat sakit dan ada aliran air merembes di kaki putihnya.
Cklek
"suami tuan Yonghee?"
"saya dokter, bagaimana istri saya?"
"kami akan memindahkannya keruang bersalin, anda ingin menemaninya? Istri anda terus memanggil nama anda"
"iya dokter, saya akan menemaninya"
"kalau begitu mari ikut saya"
Hyunsuk mengelap keringatnya lebih dulu, tentu ia tau jika Yonghee butuh keadaan steril. Setelah memakai pakaian steril, ia menghampiri istrinya dan menatapnya dengan senyum lembut.
"Hyunsuk.."
"aku disini sayang, bagaimana keadaanmu?"
"sakit.."
"bertahanlah sedikit lagi, dokter sedang mencari jalan mengeluarkan bayi mungil kita. Sebentar lagi rumah kita akan ramai dengan tangisan anak kita, aku tidak sabar menantikannya" Yonghee tersenyum lemah.
"kau sudah menyiapkan nama untuknya? Kita belum pernah membahas hal ini"
"ah kau benar, maafkan aku karna sibuk akhir-akhir ini. Apa kau sudah memiliki nama untuknya?"
"aku ingin kau yang menamai anak kita"
Yonghee meringis, perutnya terasa sangat perih sekarang. Hyunsuk menggenggam tangan istrinya dan mengecup keningnya sayang, tidak sampai hati melihat bagaimana perut istrinya di sayat dengan banyak darah yang mengalir seperti itu.
"kau hebat sayang"
"hey kenapa matamu berair? Aku tak apa.."
"aku mencintaimu"
"aku juga mencintaimu"
Suara tangisan seorang bayi mengalihkan atensi mereka, Hyunsuk menatap takjub bayi mungil yang masih menangis kencang di gendongan seorang suster itu dan tanpa sadar air matanya mengalir.
Hyunsuk tidak melepaskan tatapannya saat suster membawa bayi mungil yang masih merah itu untuk di bersihkan.
"dia sudah lahir" seru Yonghee pelan dengan senyumnya.
"selamat jadi Ibu, istriku" Yonghee tersenyum dan memejamkan mata saat suaminya mengecup keningnya cukup lama.
"ini bayinya, laki-laki dan normal. Panjangnya 52cm dan beratnya 3.17kg"
Hyunsuk menggendong putranya untuk pertama kalinya, air matanya mengalir haru saat jemari mungil itu menyentuh pipinya.
"selamat datang di dunia sayang, jagoan kecil eomma dan appa"
Hyunsuk mengecup kening putranya sayang lalu menyerahkannya pada istrinya, Yonghee meneteskan air mata haru dan mengecup kening putranya lembut.
"hay jagoan, kau sangat tampan. Sangat mirip dengan appa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanfictionBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...
![Trap In An Affair [ Deepwink ]](https://img.wattpad.com/cover/199184157-64-k305867.jpg)