Jinyoung merasa udara di sekitarnya terasa panas dan membuatnya kesulitan bernafas, ia baru saja mengutarakan niatnya untuk menikahi Jihoon pada keluarga si manis dan belum ada jawaban apapun dari mereka.
"kau.. Sungguh ingin menikahi putraku?"
"i-iya appa, aku ingin menikahi Jihoon secepatnya dan Jihoon sudah menyetujui hal itu"
"kau sudah yakin dengan keputusanmu Jihoon?"
"Jihoonie yakin appa"
"bagaimana menurutmu Baek?"
"hmm? Aku terserah padamu, jika Jihoon sudah yakin kenapa aku harus menghalanginya?"
"baiklah kami mengijinkan kalian menikah"
"sungguh?" tanya Jihoon berbinar dan di angguki Chanyeol.
"tapi appa eum.. Apa tidak masalah jika kami menikah di China? Tentu kalian akan ikut, aku akan mengurus semuanya"
"kenapa harus di China?"
"eommaku yang meminta, eomma takut appa akan menggagalkan pernikahan kami karna appa ingin menjodohkanku dengan orang lain demi uang. Apa tidak apa-apa jika begitu? Aku tidak ingin menikahi orang lain selain Jihoon, appaku tidak akan bisa berbuat apapun jika statusku sudah menjadi suami Jihoon"
"baiklah jika itu yang terbaik, kami setuju"
...
Berita pernikahan Jinyoung dan Jihoon sampai di telinga Seunghun dan lainnya, semua sepakat merahasiakan status Jinyoung di kantor dan tentang pernikahannya dengan Jihoon nanti.
Yonghee menerobos masuk ruangan Jinyoung, menyuruh seorang pegawai yang sedang menyerahkan laporan pada Jinyoung untuk segera pergi.
Setelah memastikan pegawai itu sudah benar-benar pergi, Yonghee duduk tidak sabaran dengan bersedekap dada dan menatap Jinyoung tajam.
"ada apa? Dia sedang menyerahkan-"
"lupakan laporan itu, kau ini apa-apaan?! Bagaimana bisa kau akan menikahi Jihoon di China minggu depan?! Jin-"
"aku tau Yonghee tapi-"
"kau akan sangat menyakitinya Jinyoung, demi Tuhan!"
"aku tau! Aku tau Yonghee tapi aku tidak ingin kehilangan lagi, Jihoon sama seperti mendiang nonna. Mereka berdua berhasil menarikku keluar dari lembah menakutkan itu, mereka berhasil menjadi matahariku. Aku sudah kehilangan noona dan aku mendengarnya sendiri helaan nafas terakhirnya, tepat dua minggu sebelum kami menikah dan aku tidak ingin mengulang hal yang sama, aku tidak ingin kehilangan cintaku lagi.."
"aku mengerti tapi apa kau tidak memikirkan perasaan Jihoon dan Gyuri? Terlepas kau yang sangat benci pada Gyuri tapi dia tetap istrimu, kedudukannya lebih tinggi dari Jihoon"
"jika Jihoon menjadi istriku maka kedudukan mereka sama Yonghee"
"kau benar-benar gila Jinyoung, aku sungguh tidak mengerti jalan pikiranmu"
"kau marah karna aku akan menduakan Gyuri atau kau marah karna kau masih mencintaiku?"
"apa maksudmu?! Kau pikir aku seperti ini karna aku cemburu kau akan menikahi Jihoon?! Jika aku mau aku bisa menggagalkan pernikahanmu dengan mudah, aku marah karna kau akan menyakiti dua orang sekaligus dan kau tidak tau apa yang akan kau lakukan jika semuanya terbongkar. Aku marah karna tidak ingin kau depresi seperti dulu tapi pemikiranmu ternyata sependek itu, terserah aku tidak peduli dan jangan menemuiku jika semuanya menjadi rumit, aku tidak akan menolongmu seperti dulu. Permisi Tuan Bae Jinyoung yang terhormat"

KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanfictionBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...