Chapter 35

750 92 65
                                        

"jadi kau sudah memikirkan rencananya?"

"kita pakai cara lama"

"bukankah akan mudah ketahuan?"

"mereka tidak akan menyangka jika kita menggunakan cara lama"

"kau ingin menyingkirkan siapa lebih dulu?"

"Luhan harus pergi lebih dulu"

"kau yakin? Menyingkirkan Luhan tidak akan semudah itu"

"lalu? Kau ingin Jihoon lebih dulu?"

"kita coba pada anak manis itu lebih dulu, Jinyoung akan kembali terpuruk karna kehilangan cintanya dan dia akan bergantung pada Gyuri. Bukankah kau bilang hubungan mereka membaik?"

"sejauh ini membaik, aku juga tidak yakin. Bisa saja ini hanya rencana Jinyoung untuk menyingkirkan Gyuri dari hidupnya"

"kau benar lalu kapan kau ingin melakukan rencananya?"

"Jihoon akan keluar kota bersama saudara kembarnya dan calon istri kembarannya besok, mereka pergi bertiga. Bukankah bagus jika kita melenyapkan dua pewaris utama Park Corps? Chanyeol dan Baekhyun pasti terpukul di tambah Jinyoung juga pasti semakin hancur, dia kehilangan istri dan calon anaknya LAGI"

"otakmu memang licik, anak itu bisa saja bunuh diri karna terlalu tertekan"

"siapa peduli? Jika dia mati seluruh hartanya bisa jatuh ke tangan Gyuri, kita hanya perlu melakukan sedikit bantuan dan seluruh harta waris Jinyoung bisa menjadi milik kita"

"ya ya baiklah tapi kita masih membutuhkan Jinyoung jadi jangan lenyapkan dia dalam waktu dekat, kita singkirkan penghalang yang lainnya lebih dulu baru Jinyoung dan Sehun"

"terserah, lakukan dengan rapi seperti dulu"

"tentu, kita akan segera mendapat kabar dari rumah sakit"

"atau dari mulut Jinyoung sendiri"

"anak itu akan kembali depresi dalam waktu dekat"

"siapa peduli? Yang penting pekerjaan kita selesai"

...

"Jin ayolah~"

"sayang-"

"sebelum kau pulang aku sudah dirumah, janji"

"bukan itu yang menjadi masalah"

"lalu apa?"

"perasaanku tidak enak"

"maksudmu?"

"entahlah tapi aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi"

"jangan selalu berpikiran negatif, itu tidak baik"

"aku tau tapi.. Sungguh sayang bisa cancel saja? Atau tunda-"

"Jin-"

"aku juga merasakan hal seperti ini di hari kecelakaan Kyulkyung noona, aku hanya merasakan gelisah berlebihan seperti ini hanya saat kejadian itu. Tolong mengerti, aku takut kehilanganmu"

Jihoon menghela nafas lelah, ia berdebat dengan Jinyoung dari sepuluh menit lalu sementara Woojin dan Hyungseob sudah menunggu diruang tamu.

Jihoon menangkup kedua pipi tirus suaminya, mengelusnya lembut mencoba memberikan ketenangan.

"aku akan baik-baik saja, aku janji akan pulang dengan utuh untukmu. Woojin dan Hyungseob selalu menjagaku, Woojin adalah satu-satunya orang yang akan pasang badan untuk menjagaku dari apapun mungkin sejak kami masih di perut eomma. Aku akan aman bersama Woojin, aku hanya menemani mereka ke makam orang tua Hyungseob. Pernikahan mereka sudah dekat, Hyungseob saudaraku sejak dia hidup sebatang kara di dunia ini dan aku harap kau mengerti"

Trap In An Affair [ Deepwink ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang