WARN!!
Sedikit rated, mohon bijak dalam membaca :)
Happy reading :)
............
Sesuai kesepakatan hari ini Jinyoung dan Jihoon pergi ke Busan berdua untuk tender yang di bicarakan Seunghun, mereka baru tiba dan memilih beristirahat lebih dulu di hotel keluarga Byounggon.
"maaf Tuan tapi hanya tersisa satu kamar dengan single bed"
"satu kamar? Ya sudah tapi saya pesan dua ranjang"
"maaf tapi semua ranjang tambahan full booked"
Jinyoung menghela nafas, melirik Jihoon yang tampak bingung dengan jawaban resepsionis.
"apa kita mencari hotel lain saja?"
"t-tidak usah kita disini saja"
"kau yakin? Hanya ada satu ranjang dan satu kamar" Jihoon mengangguk.
"ya sudah saya ambil yang itu"
Selesai check in, keduanya menuju lift dan menuju kamar. Meeting masih beberapa jam lagi, sembari menunggu mereka bisa beristirahat sejenak.
Jihoon menelan ludahnya ketika memasuki kamar, bukan karna mewahnya kamar tapi suasana kamar terasa cukup intim dengan aroma bunga menyenangkan.
Jinyoung membaca pesan yang masuk ke ponselnya dan membiarkan Jihoon masuk lebih dulu, memijat pelipisnya pelan membaca pesan yang di kirimkan Byounggon.
"dasar hyung kurang ajar, jika Jihoon tau aku bisa di tendang dari kamar" gumamnya dan menyusul Jihoon setelah mengamankan ponselnya.
"kau suka kamarnya?"
"suka, pesan dari siapa?"
"hmm? Dari Gon hyung, hanya menanyakan apa kita sudah sampai di hotel atau belum" Jihoon mengangguk mengerti.
"kau lelah?" Jinyoung mendekati Jihoon, memeluknya dari belakang dengan kepalanya yang bersandar di bahu kanan si manis.
"tidak juga, kau lelah?"
"sedikit"
"istirahatlah, meeting masih beberapa jam lagi"
"mau menemaniku di ranjang?"
Jihoon merasa darahnya berdesir mendengar suara rendah kekasihnya, tanpa sadar melenguh pelan ketika merasakan bibir panas Jinyoung mengecup ringan lehernya.
"kau mau kan menemaniku?" Jihoon mengangguk dengan wajah memerah, tersadar ketika ia nyaris mendesah hanya karna kecupan ringan di lehernya.
Jinyoung menuntun Jihoon ke ranjang, membantunya melepas sepatu dan kaos kaki lalu berganti dirinya yang melakukan hal yang sama.
Jinyoung sengaja tidak membuka tirai kamar dan membiarkan kamar menjadi remang setelah lampu utama ia matikan, berbaring di samping Jihoon dan menariknya mendekat sebelum meraup bibir cherry favoritenya.
Lilin aroma terapi yang sengaja di taruh di sudut kamar membuat suasana menjadi lebih intim, Jihoon sudah melingkarkan lengannya di leher Jinyoung dan menikmati cumbuan kekasihnya sedang Jinyoung, tangannya sudah bergerilya dimana-mana.
Jinyoung membuka satu per satu kancing kemeja Jihoon tanpa di sadari Jihoon, meremas dada Jihoon yang cukup berisi untuk seorang lelaki dan menghasilkan desahan tertahan si manis.
Jinyoung memainkan titik mungil di dada Jihoon bergantian sedang tangan yang lain meraba bulatan sintal di belakang tubuh Jihoon, meremasnya bergantian dan sesekali menepuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
Fiksi PenggemarBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...
![Trap In An Affair [ Deepwink ]](https://img.wattpad.com/cover/199184157-64-k305867.jpg)