Jinyoung turun dari mobilnya bersama Yujin, memasuki kedai yang baru saja di buka dengan Woojin dan Jihoon yang tengah merapihkan meja.
"selamat pagi oppa" sapa Yujin ceria.
"eoh? Pagi Yujin, Yena ada di kamarnya. Masuk saja" Yujin mengangguk dan berjalan menuju pintu penghubung, menyapa Chanyeol dan Baekhyun di dekat dapur kedai dengan riang.
"hay" sapa Jinyoung pada Jihoon dengan senyum tampannya.
"h-hay" balas Jihoon gugup.
"mau ku bantu?"
"tidak usah, ini sudah selesai"
Woojin bersandar pada meja seraya bersedekap dada, mengamati kegugupan dan kecanggungan di antara kembarannya dan bos JY Corps itu.
"apa ada hal yang lupa kau ceritakan padaku Jihoon?"
"apa?"
"sikap kalian cukup canggung dari yang terakhir aku lihat"
"apa sangat terlihat?" tanya Jinyoung dan di angguki Woojin.
"kalian.. Sudah terjadi sesuatu di antara kalian?"
"Woojin!" desis Jihoon memperingati.
"eoh? Sikapmu ini menunjukkannya padaku, katakan apa yang tidak aku tau dari kalian Park Jihoon?"
"Jihoon sekarang menjadi kekasihku" jawab Jinyoung santai dan berhasil membuat yang lain tercengang.
"apa? Kekasih? Jihoon benar apa yang di katakannya?" Jihoon mengangguk malu.
"waw.. Ternyata Jihoon oppa sudah move on, aku baru tau" sahut Yena yang baru bergabung bersama Yujin, si bungsu Bae itu menatap bertanya pada Jinyoung tapi di balas tatapan untuk diam.
Chanyeol mendekati mereka dengan senyum hangat, mengusak kepala Jihoon sayang.
"appa senang kau menemukan kebahagiaanmu lagi dan Jinyoung tolong jaga putraku, jangan menyakitinya seperti.. Ya kau pasti sudah tau, Jihoon sudah menceritakan pertemuan kalian di perusahaan Lai"
"saya tidak akan menyakitinya, Jihoon sudah mengembalikan kebahagiaan saya dan saya akan selalu berusaha membuatnya bahagia, dengan cara saya"
"aku percaya padamu sepenuhnya, titip putraku dan jangan terlalu formal. Kau bisa memanggilku appa dan eomma pada istriku, jangan gunakan kata 'saya' itu terlalu kaku" Jinyoung tersenyum dan mengangguk mengerti.
"baiklah kita bisa berangkat sekarang? Yang lain sudah menunggu di luar"
"ah iya, appa eomma kami pergi ya?"
"hati-hati sayang dan kau nona muda, jangan membuat ulah" tunjuk Chanyeol pada Yena, membuat putrinya mengerucutkan bibirnya.
"aku anak baik-baik appa"
"ya ketika masih bayi" sahut Woojin malas dan mendapat pukulan di lengannya dari Yena.
"kau menyebalkan oppa, dasar gingsul menyebalkan. Ayo Yujin kita pergi" Yena menarik tangan Yujin dan mengabaikan pekikan kesal Woojin.
"jangan mulai Woojin, ini masih pagi"
"tapi dia yang--"
Jihoon melotot memperingati seraya bertolak pinggang dan berhasil membungkam Woojin meskipun gerutuan pelan masih bisa di dengar, setelah berpamitan Jihoon dan Jinyoung menyusul Yena dan Yujin yang sudah ada di dalam mobil.
"kenapa eomma?" tanya Jinyoung ketika mendapati Luhan diam tak bergeming menatap ke dalam kedai.
"hmm? Tidak ada, ayo jalan. Seunghun sudah mengomel sedari tadi, kita bisa sampai disana siang hari jika tidak segera berangkat"
KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanfictionBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...
![Trap In An Affair [ Deepwink ]](https://img.wattpad.com/cover/199184157-64-k305867.jpg)