Jihoon membuka mata perlahan, tubuhnya terasa sangat sakit. Ia memperhatikan sekitar dan menyadari ini dirumah sakit, menoleh ke sisi kanan dan mendapati Jinyoung yang baru masuk keruang inapnya, terlihat kilat lega dan senyum kecil di bibirnya.
"sayang kapan kau sadar?"
"baru saja"
"bagaimana perasaanmu?"
"tubuhku sakit semua, dimana Woojin dan Hyungseob? Mereka baik-baik saja kan?"
"mereka.. Baik"
"ada apa? Katakan padaku"
"Woojin patah tulang di tangan kirinya dan rusuknya memar"
"pasti karna memelukku, tapi tidak serius kan?"
"tidak, tenanglah"
"lalu Hyungseob?"
"Hyungseob.. Dia.."
"k-kenapa? Dia tak apa kan?"
"Hyungseob.. L-lumpuh"
"apa?"
"kedua kakinya lumpuh karna benturannya cukup keras di tambah kakinya terjepit pintu mobil yang remuk tapi tenanglah itu tidak permanen, masih bisa di sembuhkan dengan terapi yang rutin"
"l-lalu?"
"hmm?"
"a-anak kita? B-bagaimana dia? Anak kita baik-baik saja kan?"
Jinyoung terdiam, apa yang harus ia katakan?
"Jin? Anak kita baik-baik saja kan?"
Air mata Jihoon mengalir mendapati tatapan sendu suaminya, Jinyoung memeluk istrinya guna menenangkan si manis meskipun ia sendiri masih belum bisa menerima kepergian calon anaknya.
"Jin hiks.. Anak kita hiks.."
"dia sudah di surga, kita harus merelakan dia agar tenang disana"
"maafkan aku hiks.. Harusnya aku menurutimu, maafkan aku hiks.. Maafkan aku.."
"sstt.. Bukan salahmu, jangan salahkan dirimu sendiri"
"aku tidak becus menjaganya, maafkan aku hiks.. Maafkan aku.."
Jinyoung mengeratkan pelukannya, hatinya semakin hancur mendengar tangisan istrinya. Ia tidak bisa berbuat apapun. Lagi, ia kecurian dan kehilangan calon anaknya yang masih sangat kecil bahkan belum sempat menyapa dunia.
Jinyoung terus memberikan kata penenang dan mengusap punggung serta kepala Jihoon bergantian hingga membuat istrinya kembali tertidur, Jinyoung membenarkan letak selimut Jihoon dan menghapus air mata istrinya sebelum melayangkan kecupan cukup lama di kening Jihoon.
"maafkan aku juga karna tidak bisa menjaga kalian, aku akan lebih waspada dan menjagamu lebih baik lagi" bisik Jinyoung sendu.
Sementara di kamar berbeda, Woojin dan Hyungseob tidak bicara sama sekali sejak membuka mata satu jam lalu. Keduanya hanya diam dan larut dalam pikiran masing-masing, Hyungseob menghela nafas panjang dan memberanikan diri bicara pada calon suaminya.
"Woojin-ah.."
"hmm?"
"apa.. Kau masih ingin melanjutkan pernikahan kita?"
"maksudmu?"
"aku tidak masalah jika kau membatalkannya, kondisiku-"
"jangan bicara hal bodoh Ahn Hyungseob, apa kau tidak menghargai usahaku untuk menikahimu selama ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanfictionBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...
![Trap In An Affair [ Deepwink ]](https://img.wattpad.com/cover/199184157-64-k305867.jpg)