Chapter 26

669 105 101
                                        

Jinyoung memasuki rumahnya dengan lesu, ucapan Jihoon masih terngiang dengan jelas di kepalanya.

"kau penipu Jinyoung! Aku muak melihatmu!"

Jinyoung duduk di pinggiran ranjang dan menatap foto pernikahannya dan Jihoon di atas nakas, tangannya terulur membuka laci paling bawah dan mengambil sebuah pigura disana.

Pigura itu berisi foto pertunangannya dan Kyulkyung tiga tahun lalu dengan dirinya yang memeluk gadis cantik itu dari belakang dan kedua tangan mereka saling bertaut di atas perut Kyulkyung, seolah tengah memeluk calon anak mereka dengan senyum bahagia.

Jinyoung menjatuhkan air matanya di atas pigura itu, ia mengambil pigura foto pernikahannya dan Jihoon. Menatap keduanya bergantian dengan sendu, air matanya masih terus mengalir dan isakan menyakitkan mulai terdengar.

"aku lelah dengan hidupku noona hiks.. Aku lelah.."

Jinyoung menaruh kedua pigura itu di atas ranjang, ia beralih membuka laci teratas dan mengambil sesuatu disana.

"Jihoon sudah muak denganku lalu untuk apa lagi aku hidup? Percuma saja kan?" gumamnya lirih.

Jinyoung menatap benda di tangannya, pikiran dan hatinya tengah berperang sendiri di dalam sana. Jinyoung mengarahkan benda itu ke pergelangan tangannya, benda itu nyaris merobek kulit putihnya sebelum-

BRAK

"JINYOUNG HENTIKAN!"

SRET

"Akh!"

...

Jinyoung hanya diam ketika luka di tangannya di obati, ia tau seseorang di sampingnya ini sedang menahan diri untuk tidak mendamprat dirinya atas ulahnya sepuluh menit lalu.

"mungkin kau lupa jika bunuh diri bukan solusi untuk masalah apapun"

"setidaknya aku tidak perlu depresi lagi"

"jawaban bodoh macam apa itu?"

"Yonghee-"

"kau masih memiliki keluarga Jinyoung, sekalipun Jihoon menolak kehadiranmu tapi kalian akan memiliki seorang anak. Apa kau tega membiarkan anakmu tidak pernah bertemu appa kandungnya? Atau kau ingin anakmu merasakan rasa sakit yang sama seperti dirimu karna tidak di pedulikan appanya karna sebuah keegoisan dan tindakan konyol karna pemikiran bodoh?"

Jinyoung sontak bungkam, ia akan selalu kalah jika berdebat dengan Yonghee.

"penolakan Jihoon atas kehadiranmu untuk saat ini sangat wajar Jinyoung, kau yang mulai bermain api dan kau menempatkan Jihoon di tempat yang sangat mudah terbakar dengan Gyuri sebagai kayu bakarnya. Jika kau bunuh diri lalu mati, apa yang tersisa? Jihoon dan Gyuri akan bertarung sengit demi mendapat hak warismu, Jihoon memang tidak pernah peduli dengan hartamu tapi dia mungkin akan bertarung demi masa depan anak kalian dan mendapat marga Bae untuk anaknya sedangkan Gyuri dan keluarga memang mengincar hartamu sejak awal. Jangan menjadi bodoh dan pengecut, semua masalah memiliki jalan keluar tapi bukan dengan bunuh diri"

Jinyoung mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya, ucapan Yonghee menyadarkan dirinya atas ulah bodohnya beberapa saat lalu.

"apa masih ada yang terluka lagi?" tanya Yonghee, kali ini lebih lembut dan ekspresinya melunak.

Jinyoung menggeleng, melirik takut-takut pada Yonghee seperti seorang anak yang takut kembali di marahi orang tuanya.

Trap In An Affair [ Deepwink ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang