Chapter 3

918 151 78
                                        

Seharian ini Jihoon tampak muram, pekerjaannya memang tidak terganggu tapi ekspresi wajahnya yang mendung itu mengganggu ketenangan Jinyoung tanpa sebab.

"Jihoon ikut saya"

"kemana Tuan?"

"meeting di luar"

"ah baik Tuan"

"Seunghun handle seperti biasanya, aku akan pergi dengan Jihoon saja"

"berdua?"

"iya, kenapa?"

"a-ah tidak"

"kau tertarik padanya?" bisik Jinyoung pelan.

"ti-tidak"

"sangat terlihat jika kau berbohong"

"ya! Aku tidak berbohong!"

"kalau begitu santailah sedikit"

"aish! Menyebalkan!"

"apa sudah selesai?" tanya Jinyoung mengalihkan atensinya pada Jihoon.

"sudah Tuan apa Seunghun hyung tidak ikut?"

"kau ingin dia ikut?"

"tidak, hanya bertanya"

Jinyoung menahan tawanya melihat wajah tertekuk Seunghun ketika mendengar jawaban polos Jihoon, bukankah benar-benar terlihat jika asistennya itu menyukai Jihoon?

"ya sudah ayo pergi, Seunghun boleh aku mengingatkanmu sesuatu?"

"apa itu?"

"ingat Manager perusahaan ini dan ingatlah kodratmu, kami pergi" Jinyoung menepuk lengan Seunghun beberapa kali sebelum pergi.

"ya! Bae Jinyoung, dasar sialan!"

"INI DI KANTOR, BERSIKAP SOPANLAH PADAKU" balas Jinyoung berteriak karna jarak mereka sudah cukup jauh.

"AKU TIDAK PEDULI"

Jinyoung tertawa di dalam lift karna berhasil membuat asisten sekaligus teman baiknya itu mengomel, Jihoon yang melihat itu terpaku.

Tampan pikir Jihoon tanpa sadar.

"apa aku setampan itu sampai kau menatapku tidak berkedip Jihoon?"

"iya, eh?"

Jihoon mengalihkan tatapannya, merutuki bibirnya yang bicara tanpa filter. Jinyoung terkekeh melihat semburat merah di pipi gembil sekertarisnya, menggemaskan.

TING

"kau juga manis Jihoon" seru Jinyoung pelan sebelum keluar dari lift.

Jangan tanyakan bagaimana kondisi Jihoon saat ini, pipinya memerah hingga ke telinga.

Astaga! Ada apa dengan jantungku?

...

Selama di perjalanan hanya di isi kesunyian di dalam mobil, Jihoon sibuk melihat keluar jendela sedang Jinyoung fokus pada jalanan meskipun sesekali mencuri pandang pada Jihoon.

"apa kau betah bekerja di kantorku?"

"eum! Kantor anda nyaman Tuan, saya merasa tidak sia-sia mengirimkan belasan lamaran ke kantor anda"

"belasan?"

"iya bahkan ada yang mengirimkan puluhan lamaran kesana tapi tidak ada balasan apapun"

Trap In An Affair [ Deepwink ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang