Sehun menghela nafas panjang sebelum turun dari mobil bersama Luhan, menggenggam erat map merah di tangannya sebelum melangkah memasuki kedai yang baru buka.
"Chan bisa kita bicara?"
"kau?! Untuk apa datang kemari?!"
"aku.."
"pergilah, aku tidak ingin berdebat pagi-pagi begini"
"aku akan pergi setelah kita bica-"
"simpan saja omong kosongmu itu, pergilah aku tidak menerima tamu tidak di undang"
"Chan-"
"dan kau Luhan, beraninya kau menipu keluargaku terutama Jihoon. Kau tidak ada bedanya dengan suamimu, kau ingat ucapanku sebelum pernikahan Jihoon dan Jinyoung? Aku akan merenggut oksigen Jinyoung, selamanya"
"aku minta maaf untuk itu tapi-"
"apa maafmu bisa membuat Jihoon tidak pernah terluka seperti sekarang?! Apa maafmu bisa membuat Jihoon tidak pernah menikah dengan suami orang lain?! Apa maafmu bisa membuat Jihoon tidak mengandung anak dari seorang penipu?! Bisa?!"
"kau boleh marah dan membenci kami tapi aku mohon dengarkan aku sekali ini saja, aku hanya meminta waktumu sepuluh menit" pinta Sehun, ia sangat hafal tabiat Chanyeol jika sudah tersulut emosi.
"lima menit, cepat katakan apa maumu?"
"aku hanya ingin menyerahkan ini padamu"
Sehun menyerahkan map merah itu, Chanyeol menerimanya dengan enggan dan mengernyit membaca isinya.
"apa-apaan ini?!"
"aku kembalikan seluruh asetmu, semuanya sudah kembali atas namamu"
"permainan macam apa yang sedang kalian rencanakan untuk keluargaku?!"
"ini bukan permainan tapi penyelamatan karna kecerobohanmu dua puluh tahun lalu"
"apa maksudmu?"
"bisa kita duduk? Penjelasan ini akan memakan waktu sangat lama"
"aku harap tidak ada kebohongan lagi"
"aku bersumpah akan jujur padamu"
Chanyeol melirik ke sebrang kedainya, apa Sehun dan Luhan tidak sadar di ikuti sejak tadi?
"pelacurmu menunggu di depan"
"kurang ajar, bisa kita bicara di tempat aman?"
"ikut aku, Baek tutup kedainya"
...
Kini mereka berempat duduk diruang tengah rumah Chanyeol, seluruh pintu dan jendela sudah di kunci bahkan Chanyeol melarang Jihoon untuk keluar dari kamar.
"jadi?"
"ini semua bermula karna keteledoranmu"
"keteledoran apa maksudnya?"
"kau ingat kita datang ke pesta Kris dua puluh tahun lalu?"
"pesta ulang tahunnya di club?" Sehun mengangguk.
"kau mabuk berat dan tidak sadar melakukan kebodohan yang akhirnya menyusahkanku dan Jongdae selama ini"
"huh?"
"kau menandatangi surat penyerahan kuasa atas perusahaan dan harta pada Jiwoo"
"apa?!" pekik yang lain bersamaan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Trap In An Affair [ Deepwink ]
FanficBae Jinyoung adalah korban perjodohan atas perjanjian gila sang Ayah. Jinyoung di paksa menikah dengan seorang wanita yang usianya bahkan lebih tua 10 tahun darinya, Jinyoung benci hidupnya dan tidak puas dengan pelayanan istrinya hingga akhirnya ia...