[PROSES REVISI]
Kisah ini dimulai saat Kyra dan Ree memutuskan akan menikah. Dua hati yang saling mencintai itu sangat bahagia. Namun, Kyra terbebani oleh satu kebohongan yang terus meneror hidupnya.
Tiga bulan jelang pernikahan, Kyra memberitahu Re...
Waktu berjalan sangat cepat. Kyra terlelap dalam dekapan Ree. Ree menidurkannya di kasur milik Kyla. Ree mengerakkan kedua tangan untuk mengusir rasa kebas yang menjalar. Setelah menyelimuti Kyra dan mengatur suhu AC, mata Ree tertuju pada benda-benda yang berserak di lantai.
Ree mengambil satu per satu dan dikumpulkan pada tangan kanannya. Di bawah lemari terdapat kotak kayu kecil yang mungkin menjadi rumah benda-benda ini. Ree mengambilnya. Dia tertegun mendapati ada ukiran namanya pada sisi gembok emas. Jantung Ree berdesir hebat. Pikirannya melayang kembali kepada kejadian paling menjijikkan waktu lampau.
Berkali-kali Ree menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran buruknya. "Ree, kau lelaki bangsat!" Seloroh Ree hitam. "Ree, kau memang berdosa, bertaubatlah. Tuhan akan mengampunimu," sahut Ree putih. "Kau mencintai Kyra tapi meniduri Kyla, sekarang bukti itu nyata, Ree," imbuh Ree hitam.
Kepala Ree terus berdengung, seakan meledak. Ree menjambaki rambut dengan tangis tertahan. Sesak sekali dadanya. Dengan nanar, dia memandangi lekat-lekat foto USG bayi yang memperlihatkan separuh mukanya. Lelaki atau perempuan, batin Ree bertanya pilu.
Kamar Kyra dan Kyla sangat berkebalikan. Nuansa di kamar Kyra sangat ceria dan hidup. Sedang di kamar Kyla nyaris hanya ada putih dan abu-abu. Mengisyaratkan bahwa kamar ini tidak berpenghuni.
"Ke mana Kyla?" Monolog Ree dengan menatap lekat-lekat pigura di depannya. Itu potret dirinya dan Kyla. Semakin dalam Ree memperhatikan, dia menemukan perbedaan. Kyra dan Kyla memiliki pembeda, lantas hal apa yang membuat Ree tidak menyadarinya. Apa yang membutakan Ree.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kyra jangan lari-lari nanti haus!" "Nanti beli minum." "Beli sekarang aja, yuk!" Ajak Ree menuju kedai ice cream yang legendaris di kota dingin ini. Ree langsung memesan dua porsi Italian Cream sodas. Ree mengingat-ingat kembali ekspresi Kyra saat pesanannya datang, sangat aneh dan tak tertebak. Padahal Italian Cream Sodas itu kesukaannya selain Brownie Ice Cream. Akhirnya, seingat Ree, Kyra memesan kembali Midwest Sunday rasa greentea. Ree tidak menyadari bahwa Kyra tidak me nyukai greentea, tapi waktu itu dia melahap habis porsi jumbo ice creamnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.