24. Bittersweet Memories

366 28 26
                                        

Kertosono, 03

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kertosono, 03.40 a.m

Kereta Malabar yang ditumpangi Orion dan kawan-kawannya berhenti di stasiun Kertosono cukup lama. Banyak sekali penumpang yang turun untuk membeli nasi pecel pincuk khas Kertosono. Orion yang baru selesai salat subuh memilih untuk melepas ponselnya dari powerbank sambil melihat kedua sahabatnya-- Alvis dan Lucky--ikut berjubel membeli nasi pecel. Udara yang dingin memang cocok untuk menyantap nasi hangat, kulupan sayur, sambal tumpang, lalu disiram kuah kacang lengkap dengan rempeyek kedelai.

"Nih, Bro!" Alvis menyodorkan dua pincuk pecel, satu untuk Orion dan satu lagi untuk Sebastian yang masih mengantuk. Semenit kemudian, kereta melaju lagi.

"Pecel di stasiun Kertosono ini booming banget, dulu gue pernah juga mampir, ya seramai tadi, Vis," ungkap Lucky dengan mulut penuh nasi. Orion melahap pecelnya dengan lahap dan sesekali melihat tingkah sahabatnya yang bercerita.

"Ini pertama kali gue icip pecel pincuk. Agak mirip gado-gado," kata Orion, "Bumbu dasarnya kacang, sih!" imbuhnya sambil terkekeh. "Ini sambal apa tadi namanya Vis?"

"Sambal tumpang, itu dari tempe loh Bos," sela Lucky tiba-tiba dan dibalas Orion dengan mimik terkejut. Sebastian yang masih mengumpulkan nyawa ikut terkesiap, sebab perkataan Lucky atau nikmatnya pecel pincuk ini.

"Keren, gak ketara loh ini bahan dasarnya tempe. Ya, gini loh yang harus OrStar cari. Keunikan dan kekhasan."

Keempat sahabat itu menghabiskan pecel pincuknya, kereta masih terus melaju. Tiga jam lebih mereka akan sampai di Kota Malang. Akan jauh lebih banyak lagi kuliner yang harus mereka jajaki.

***

Acara makan malam sudah siap di rumah Bibi Salma. Satu jam tidur membuat Kyra jauh lebih baik setelah menangis.

Si Mbok memanggil dan menemani Kyra turun. Bibi Salma sudah berada di meja makan ketika Ree dan Kyra datang hampir bersamaan. Ree mengundurkan kursi yang akan diduduki Kyra. Kyra menatap Ree lama sebelum duduk.

Meski ada jarak yang terbentang di antara mereka setelah kejujuran yang Bibi Salma ungkap sore tadi, tidak membuat Ree tak acuh. Ree masih mencintai Kyra dan berharap banyak hal untuk hubungan ini ke depannya. Menjadikan Kyra istri sekaligus ibu dari Kirei.

"Malam, Kyra, Ree," sapa Bibi Salma ramah. Si Mbok menyendokan nasi pada piring Bibi Salma, Ree, juga Kyra.

"Malam Bi, malam Ree," jawab Kyra tenang. Ree mengawasi Kyra dengan hati tak keruan. Bayangan Kirei tersenyum dan menangis teringat lagi, berganti bayangan Kyra tertawa dan menangis. Kyra mengulum senyum saat Mbok mengambilkan ayam goreng.

Makan malam berjalan dengan santai, Kyra sepertinya sudah menyiapkan hati. Si Mbok mengambil piring kotor, hanya tersisa secangkir teh hangat dan kue cubit di meja.

"Kyra, Ree, Bibi akan ceritakan semuanya malam ini." Bibi Salma membuka obrolan. Kyra meneguk tehnya lantas melihat Ree yang sangat tenang. Ree menoleh lalu menggenggam jemari Kyra.

The Twins SorrowCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang