[PROSES REVISI]
Kisah ini dimulai saat Kyra dan Ree memutuskan akan menikah. Dua hati yang saling mencintai itu sangat bahagia. Namun, Kyra terbebani oleh satu kebohongan yang terus meneror hidupnya.
Tiga bulan jelang pernikahan, Kyra memberitahu Re...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pelan-pelan kalau keluar Kyra, biarkan mereka keluar duluan," kata Ree dari belakang. Lampu bioskop sudah menyala. Kyra yang masih terus berjalan menampilkan senyuman malu-malu. Hatinya bahagia ada yang terang-terangan mengungkapkan perhatian.
"Yeah!" Ungkap Kyra setelah keluar dari ruang bioskop. Mukanya tampak happy. "Puas banget nontonnya, Kak," imbuhnya lalu menyeruput lemon teabig size miliknya yang sudah tidak dingin lagi.
"Hhmm," balas Ree malas tapi tetap tersenyum melihat gelagat Kyra yang menggemaskan. Pasalnya setelah janji mengajaknya nonton sebagai ganti rugi karena tidak bisa pulang bareng. Ree selalu diteror Kyra. Hampir setiap hari Kyra mengirimi pesan berbagai macam judul film yang sedang tayang. Jadwal perkuliahan Ree yang semakin lama semakin padat membuatnya terus mengundur jadwal kencan mereka. Apalagi Ree harus menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pemilihan kepengurusan BEM, tidak enak jika anggota tidak ikut andil.
"Meski aku gak suka ending-nya, tapi buat mereka berdua itu yang terbaik, kan Kak?" Kyra mengulangi lagi pertanyaannya, Ree masih tak menjawab. Kyra mendengus kesal. "Kak!" bentak Kyra.
"Ish, Kakak baper, ya sampai melamun gitu?" goda Kyra. Mood-nya berubah ceria lagi. Ree mencubit pipinya gemas dan menggandeng tangannya untuk segera pergi dari bioskop
"Ayo, cari makan!" Ini bukan ajakan, ini perintah. Kyra menurut saat Ree berbelok ke kedai mi di salah satu mall ini. Ree menarik satu kursi dan mempersilakan Kyra duduk, sedang dia berlari ke arah kasir untuk memesan dan membayarnya langsung. Kyra memperhatikan Ree dari tempat duduknya, ternyata setelah cukup lama mengenal Ree membuat hidupnya berubah. Setiap hari diwarnai dengan kebahagiaan.
"Kamu harus cobain Mi Pok Pedas di sini. Byuuuh, mantap Ra!" Keluarlah spoiler dari Ree yang membuat Kyra menelan ludah. Benar, mereka berdua datang mepet di saat jam tayang bioskop akan segera dimulai. Mereka cuma membeli lemon tea big size. Perut Kyra terganjal air sejak tiga jam yang lalu dan sekarang berbunyi nyaring.
"Wah! Kakak sering makan ke sini?"
"Gak sering, beberapa kali aja sih sama Mama dan Papa pas mereka sambang."
Suasana dalam mall memang selalu ramai, tapi saat masuk dalam kedai Mie Pok di sini jadi seperti private room. Sepi.
"Ceweknya tangguh banget. Seneng aja deh lihat cewek kek Lou. Ya, meski Will milih hidupnya seperti itu."
Film yang setengah jam lalu mereka tonton bukan menyajikan kisah cinta happy ending. Lelaki yang diperankan oleh Sam Claflin adalah seorang pria lumpuh karena kecelakaan motor dan memilih suntik mati setelah menjalani enam bulan perawatan dengan bantuan medis. Dalam kurun waktu enam bulan perasaan cinta itu mengambil alih segalanya. Lou adalah wanita biasa saja yang membantu Will bertahan hidup meski pada akhirnya Will memilih euthanasia. Lou patah hati sebelum cintanya terbalaskan. Bahkan setelah Will tiada, dia masih mengenang Will dengan mengunjungi tempat favorit mereka.