17. Serangan Dadakan Lagi

4.2K 677 49
                                        

Jangan lupa dukungannya, Yorobun 💚
Biar aku makin semangat 💚

Jangan lupa dukungannya, Yorobun 💚Biar aku makin semangat 💚

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cieee... mau nikah sama Taeyong. Cincin mulu yang dilihatin."

Naura langsung salah tingkah saat Nadine menggodanya. Naura buru-buru menyembunyikan cincin itu dari Nadine, karena malu terus-terusan digoda olehnya.

"Jadi, kapan nikahnya?" tanya Nadine yang sudah tidak sabar menunggu giliran Naura yang melepas status lajangnya.

"Belum kali, Nad. Kan ini cuma dikasih cincin aja," jawab Naura sambil terus menyembunyikan jarinya yang mengenakan cincin dari pandangan Nadine. "Kamu tuh yang bentar lagi nikah. Satu bulan lagi, kan?"

Nadine mengangguk. Tiba-tiba dia gugup mengingat pernikahannya yang tinggal satu bulan lagi. Menjelang pernikahannya, Nadine mulai semakin sibuk. Kadang Naura jadi ikut-ikutan sibuk kalau diminta ikut Nadine untuk mengecek persiapan pernikahannya. Sama seperti sekarang.

Nadine meminta tolong pada Naura untuk melihat gedung tempat resepsinya nanti. Maklum. Calon suami Nadine memang orang super sibuk. Jadi sedikit sulit untuk bertemu menjelang pernikahan begini. Tapi salutnya, Nadine dan calon suaminya tetap memiliki komunikasi yang baik. Berhubung Naura bisa pulang cepat, jadi itu tidak masalah.

"Makan malam kamu yang bayar, kan?" tanya Naura saat makanan yang mereka tunggu akhirnya  tiba.

Nadine mengangguk, walaupun memasang wajah yang sedikit sebal. "Iya. Bayaran  udah mau nemenin aku."

Naura tertawa senang karena bisa makan malam gratis. Setidaknya mode hemat yang sedang ia lakukan di akhir bulan bisa aman, karena tidak perlu membayar makan malam sekarang.

"Nad, kalau kamu nikah, aku gimana?"

"Gimana apanya?"

"Kalau kamu nikah, nggak mungkin kan aku tinggal di rumah kamu?"

"Santai aja kali," sahut Nadine sambil mengunyah makanannya. "Aku tinggal di rumah suami lah. Terus kalau kamu mau ngisi rumahnya juga silakan aja. Lumayan kan biar nggak kosong. Lagian itu rumah keluarga aku, belum jadi hak milik banget."

Naura cukup lega mendengarnya. Jadi dia tidak perlu berpikir untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan tempatnya bekerja lagi. Sepertinya keputusan Naura untuk pindah dengan Nadine memang tidak salah.

"Aku ada rekomendasi WO, sama designer gaun pengantin. Jadi kalau kamu nikah nanti, nggak usah ribet-ribet nyari."

Seperti biasa. Kalau sudah soal Taeyong dan Naura, Nadine pasti yang paling semangat. Padahal Taeyong dan Naura saja belum membicarakan soal pernikahan, walaupun secara tidak langsung memang sudah dilamar. Tapi untuk merencanakannya, hal itu masih belum dibayangkan oleh Naura.

"Kalau nggak salah mamanya Taeyong itu designer juga, Nad. Mungkin nanti pake design dia."

"Nah, boleh tuh. Kali aja dapat gratis. Jadi nanti nggak usah keluar banyak dana kayak aku."

Hidden Words (5)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang