#HTLSeries (5)
Taeyong sudah terlalu lama memendam perihal masa lalunya tentang dia, yang kini sudah bahagia bersama orang lain. Tidak pernah ada yang tahu bagaimana perasaan Taeyong yang sebenarnya, padahal selama ini dia hanya pura-pura ikhlas.
H...
Jangan lupa dukungannya, Yorobun 💚 Biar aku makin semangat 💚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taeyong Have a nice day :)
Naura tersenyum membaca pesan yang dikirim Taeyong siang ini. Pesan? Ya, Naura dan Taeyong sudah saling bertukar nomor. Bahkan saling mengirim pesan.
Tidak sering, dan pesan yang dikirim juga bukan hal terlalu intens. Hanya ucapan selamat pagi, atau seperti yang baru saja Taeyong kirim, dan menanyakan kabar seperti biasa.
Kadang Taeyong menawarkan pulang bersama kalau memang sedang berada di sekitar tempat Naura bekerja. Kadang juga mengantarkan Naura bekerja jika Taeyong memang akan pergi.
Intinya sudah dua bulan lamanya, Taeyong dan Naura sekarang lebih dekat. Masih dekat biasa. Hal yang terpenting, Naura tidak lagi merasa ada yang aneh pada Taeyong. Justru Taeyong pribadi yang menyenangkan.
Ya, walaupun kadang masih bicara hal-hal yang tak Naura mengerti.
"Senyum-senyum aja."
Naura sedikit terkejut mendengar suara Nadine yang mendapatinya tengah menatap ponsel. Tentunya dengan senyum yang masih bertahan karena pesan Taeyong. Pesan sederhana, tapi berhasil membuat harinya terasa lebih baik.
"Chat dari siapa sih?"
Naura menggeleng dan mengunci ponselnya. "Bukan siapa-siapa."
Nadine memincingkan matanya, menatap Naura penuh selidik. "Taeyong, ya? Udah deket ya sama dia?"
Naura tersenyum miring. Tidak bisa membantah, walaupun enggan juga untuk mengiyakan. Toh dari ekspresi saja, Nadine tentu sudah menemukan jawabannya.
Nadine juga tentunya sudah tahu jawabannya mengingat Taeyong pernah beberapa kali mengantar Naura.
"Enggak begitu deket sih. Cuma agak deket aja," koreksi Naura yang berusaha tak menganggap kedekatannya dengan Taeyong secara berlebihan.
"Tetep aja kalian deket," ujar Nadine dengan senangnya. Merasa bersyukur karena akhirnya Taeyong dan Naura dekat.
"Kenapa sih nggak ajak dia makan siang bareng? Kayaknya kalau sama kamu, pasti mau deh."
"Harus banget?" tanya Naura sok bingung.
"Harus lah. Biar makin deket."
Naura bisa melihat Nadine yang begitu senang. Padahal yang dekat siapa, tapi yang senang malah sepupunya. Naura saja merasa biasa walaupun bisa dekat dengan Taeyong. Tidak ada yang spesial, kan?
Kecuali kalau Naura bisa berpacaran dengan Taeyong, maka ceritanya berbeda. Baru itu akan sangat spesial. Sayangnya, Naura tak berani membayangkannya. Nanti tidak sesuai ekspektasi.
"Udah ini mau beli baju?" tanya Naura yang mengalihkan topik.
"Pulang aja kali, ya. Dari tadi aku lihat bajunya nggak ada yang bagus."