#HTLSeries (5)
Taeyong sudah terlalu lama memendam perihal masa lalunya tentang dia, yang kini sudah bahagia bersama orang lain. Tidak pernah ada yang tahu bagaimana perasaan Taeyong yang sebenarnya, padahal selama ini dia hanya pura-pura ikhlas.
H...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Marsha, kita putus, yuk."
"Putus?"
"Iya. Kayaknya kita nggak bisa sama-sama lagi."
"Kenapa? Perasaan kita nggak pernah berantem."
"Enggak apa-apa. Aku cuma bosen aja sama hubungan kita."
Marsha tampak diam. Tapi tidak menutupi rasa terkejutnya atas apa yang baru saja Taeyong katakan. Bosan katanya. Bosan dengan hubungan mereka yang masih terbilang singkat.
Jika perempuan pada umumnya, pasti akan bertanya 'kenapa bisa bosan?' 'Aku ada salah, ya?' 'Kamu kok gitu?'
Namun, Marsha bukanlah orang seperti itu. Terlebih pikirannya sedang tak baik saat itu. Jadi tanpa berpikir panjang, dia langsung menyetujui apa yang diinginkan Taeyong.
Marsha mengangguk setelah cukup lama diam. "Ok," jawabnya. "Aku juga bosen. Jadi kita nggak usah lanjut. Bye."
Tanpa perlu berbasa-basi lagi, Marsha segera pergi dari hadapan Taeyong. Kepergiannya tampak biasa saja, tanpa beban sama sekali. Seolah Marsha memang siap untuk pergi.
Tapi kepergian Marsha justru menciptakan banyak beban untuk Taeyong.
Bahkan hingga saat ini.
Hingga saat langkah Taeyong membawanya ke sebuah tempat, yang seharusnya sama sekali tidak ia kunjungi.
"Hai, Taeyong."
Sapaan hangat itu Taeyong dengar ketika dirinya memasuki toko kue yang tidak asing lagi untuknya. Tapi Taeyong jarang berkunjung, dan kali ini dia memutuskan untuk berkunjung sebentar.
Tidak disengaja sebenarnya. Tapi kebetulan Taeyong ada di sekitar situ, dan akhirnya berkunjung untuk menemui orang yang sudah lama tak ia temui.
"Hai, Marsha."
Taeyong ikut menyapa sambil berdiri di hadapan seorang wanita di balik meja kasir itu.
"Mau beli kue?"
Taeyong mengangguk, lalu melihat-lihat etalase untuk memilih kue. Sebenarnya itu hanya alasan saja, karena Taeyong tidak begitu berniat membelinya. Itu hanya alasan saja supaya bisa berlama-lama di sana.