#HTLSeries (5)
Taeyong sudah terlalu lama memendam perihal masa lalunya tentang dia, yang kini sudah bahagia bersama orang lain. Tidak pernah ada yang tahu bagaimana perasaan Taeyong yang sebenarnya, padahal selama ini dia hanya pura-pura ikhlas.
H...
Jangan lupa dukungannya, Yorobun 💚 Biar aku makin semangat 💚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I hope your night is not painful
Hyuk (VIXX)
Taeyong masih diam dalam posisi yang sama, bahkan setelah Naura pergi beberapa menit lamanya.
Masih teringat semua yang Naura katakan. Masih teringat bagaimana ekspresi Naura saat mengeluarkan segala bebannya. Masih teringat bagaimana Naura melarang Taeyong untuk mendekatinya.
Semuanya masih teringat jelas, dan Taeyong yakin ingatan itu akan bertahan dalam waktu beberapa lama.
Taeyong tidak menyangka kalau Naura akan tahu semuanya. Tepat di pernikahan sang mantan. Sialnya, Naura tahu bukan karena Taeyong memberi tahunya. Melainkan karena secara tak sengaja mendengarnya.
Itu jauh lebih menyakitkan bukan?
Taeyong menatap cincin yang Naura letakkan di atas meja. Cincin yang sengaja dilepasnya, sebagai tanda bahwa Naura pun ingin lepas dari bayang-bayang sebagai mantan Taeyong.
Kepergian Naura mengingatkan Taeyong kembali ke masa lalu. Di saat ia memutuskan hubungan, dan mantannya pergi begitu saja. Menerima dengan mudah tanpa berpikir panjang. Sementara Taeyong hanya diam saat menyadari bahwa tak seharusnya melepas begitu mudah.
Saat ini pun sama. Bedanya, Naura yang memutuskan hubungan mereka. Naura juga yang pergi, melangkah jauh seolah tak akan kembali. Tapi kali ini Taeyong tidak bisa diam saja. Taeyong tidak ingin membiarkan apa yang terlepas, benar-benar pergi tanpa tahu kapan kembali.
Taeyong menyugar rambutnya tak tenang. Dengan langkah tergesa, dia segera keluar dari rumahnya dan pergi ke rumah Nadine.
"Ra... Naura!"
Taeyong memencet bel sambil terus menyerukan nama Naura. Bahkan dengan tak sabar mengetuk pintu dengan sedikit kasar, berharap akan ada yang menjawab.
"Ra, maafin aku!"
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Tidak ada pula tanda-tanda pintu itu akan terbuka. Taeyong hanya ditemani keheningan saat itu, bersama deru napas yang cepat dan debaran jantungnya yang bergemuruh.
"Naura, keluar. Kita omongin lagi. Aku bakal jujur, Ra."
Taeyong berjalan ke arah jendela dan mengintip dari sana. Tapi hasilnya pun nihil. Gorden menutupinya dan Taeyong tak tahu apakah ada orang di sana. Well, Taeyong yakin tidak hanya ada Naura di sana. Mobil adiknya ada, dan motor Nadine pun ada.
Artinya Naura ditemani oleh dua orang.
Tapi semuanya tak ada yang mau membukanya saat tahu kalau Taeyong datang. Memilih untuk membiarkan Taeyong di luar, bersama penyesalan yang mulai pria itu rasakan.