Oktober telah usai, aku rindu

19 1 0
                                        

Musim hujan sebentar lagi akan datang, Oktober telah usai. Kemarau panjang sebentar lagi akan berganti. Namun, kau juga tak kembali. Aku rindu.

Sudah berulang kali Oktober datang dan menyapa, langitnya yang kadang kala mendung namun tak nampak hujan. Daun daun kadang jatuh tak kenal waktu. Senja berlalu setiap hari. Namun kabar kau kembali belum juga terdengar.

Hari demi hari berlalu
Jalanan yang ramai selalu saja sepi, rumah terasa kosong. Aku sendiri, semua tampak sempit. Di ingatanku saat ini. Aku ingat hari hari dimana kita tak ingin waktu berlalu. Aku ingat dimana kita duduk berdua di sebuah kedai, memesan secangkir kopi dan bercerita sampai larut malam. Lupa pulang dan lupa jika kita sedang bertamu.

Aku ingat kita sering telfonan sampai larut malam, tak habis pembahasan dan tak tau batasan.

Hari ke hari, waktu terus berlalu. Oktober lagi lagi telah usai, Tapi tetap saja aku tak bisa lupa. Di hadapan semua orang, aku pandai berdusta. Tak ada yang tahu, aku menyembunyikannya.
Sepi, sunyi bahkan rindu.
Tak ada yang tau bahwa denganmu pernah kurasakan cinta yang begitu besar.

Sebelum aku pergi dulu, aku benar benar tidak pernah tahu akan seperti ini aku tanpamu. Rasanya hidupku memang denganmu, didekatmu dan terus ingin di sampingmu.
Tapi begitulah aku saat itu, begitulah aku saat ini. Menyebalkan.

Kini, Setiap malam kudengar diriku terus berkata "Kenapa rasa ini tak menghilang saja, kenapa Tak ada yang sepertimu"
Aku terus berbicara kehatiku.
"Sayang sekali kita tak bersama" begitu selalu kesalku. Begitu juga sesalku.

Oktober telah berlalu, akhirnya harus kusampaikan lagi. Aku rindu.

rememberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang