Part 8||Cemburunya Leah

1.4K 90 5
                                    

Cemburu tanda cinta
Marah tandanya sayang
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan mu

-Aishiteru 3-

********

Leah P.O.V

Sekarang ini, aku dan Widi sudah sampai dikediaman keluarga Atmojoyo alias keluarganya Widi.

Deg degan adalah Hal yang wajar.

"Assalamualaikum." Salam kami ketika memasuki rumah.

"Waalaikumsalam. Widi, akhirnya kamu pulang." Kata seorang wanita dewasa memeluk Widi. Ketika wanita itu melihat ku, ia langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum.
"Kamu bawa siapa?" Tanya wanita itu menatapku.

"Leah, ini mama aku. Nyonya Atmojoyo. Nama aslinya Athania Apriliana Atmojoyo." Kata Widi memperkenalkan mamanya.

Aku tersenyum melihatnya. Wajah mama nya Widi masih terlihat awet muda. Ya mungkin sebelas dua belas lah sama mom.

"Ma? Perkenalkan dia Aleah Putri Cakradiningrat. Pacar aku." Kata Widi memperkenalkan ku. Mamanya langsung memperhatikan ku dan ia tersenyum kembali.

Ia memeluk ku dan melepaskannya seraya tersenyum.

"Hallo, Leah. Saya mama nya Widi. Kayaknya saya pernah lihat kamu saat Widi masih SMA deh." Kata mamanya Widi. Aku menganggukan kepala membenarkan perkataan tante Athania. "Iya tante. Saya dan Widi memang teman SMA." Kata ku tersenyum. "Oalah. Pantesan. Oh iya apa kabar sama mama kamu?" Tanya tante Athania. "Baik kok,tan. Apa lagi dengan kedatangan 2 adik aku makin sehat dia." Kata ku seraya tersenyum. 

"Wah. Jadi adik kamu banyak ya. Keren deh." Kata Tante Athania. Aku tersenyum mendengarnya.

Aku menghabiskan waktu bersama keluarga Widi.
Hingga tiba saatnya aku pulang. Widi menyiapkan motornya.

Aku pun berpamitan dengan Tante Athania dan keluarga Atmojoyo yang lain.

"Keluarga kamu asik ya." Kata ku berbinar. Aku bisa lihat senyuman Widi.

"Kapan-kapan main lagi ya." Kata Widi yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.

Widi menghentikan laju motornya di sebuah warung.

"Makan dulu ya. Disini ada sate loh. Enak kok." Kata Widi yang ku jawab anggukan.

Kami masuk ke warung makan itu dan langsung memilih meja dekat kolam ikan.

"Aku ke kamar mandi dulu ya." Kata ku.

Aku beranjak dari kursi ku dan langsung menuju ke toilet.

Aku ga sadar kalau ada orang di depan ku yang membawa teh. Aku menabraknya dan menumpahkan teh itu. Aku kaget dan langsung menarik tissu di dekat ku.

"Haduh maaf ya. Saya ga sengaja. Saya lagi buru-buru." Kata ku seraya membersihkan kemeja nya.

"Leah?" Panggil orang itu.
Aku menengok dan melihat seorang yang ku kenali.

"Bryan?" Panggil ku memastikan. Ia tersenyum.

Kami berpelukan. "It's been long time not see you." Kata ku tersenyum. "Iya nih. Gw sibuk kuliah di Amsterdam." Kata Bryan.

Bryan Leander. Teman ku semasa sma.

"Anjir. Pantesan gw udah lama ga liat lo. Setiap reuni lo ga dateng. Ternyata eh ternyata lo berpetualang di negri orang. Hahahaha!" Kata ku seraya tertawa.

"Iya wajarlah yah gw kan cogan. Gw harus berpendidikan." Kata nya sombong tapi tersirat ledekan. Aku menjitaknya.

"Pala lo cogan! Ancur anjir muka lo sekarang. Jadi jerawatan tuh satu." Kata ku meledeknya.

"Leah?" Panggil seseorang. Ketika aku menengok kebelakang ternyata ada Widi.

"Lho? Lo disini bro?" Tanya Bryan. "Yan, dia cowok gw lho." Kata ku tersenyum.
"What?! Seriusan?! Gila juga lo bisa ngejinakin macan." Kata Bryan meledek. Aku mencubitnya yang membuatnya meringis.

"Gw mau ngomong sama lo. Boleh?" Tanya Bryan.

Mereka berdua pun berbicara seraya menjauhi ku. Aku memilih melanjutkan langkah ku ke toilet.

Ketika sudah selesai, aku kembali ke meja ku dan melihat Bryan dan Widi yang sedang bersama.

"Lagi ngapain kalian?" Tanya ku. "Biasalah main games. Eh, Wid itu dibelakang lo ada musuh." Kata Bryan geregetan.

"Ya tunggu lah. Gw lagi ribet nih. Yan, di belakang lo juga ada dodol." Kata Widi. Aku menepuk jidat.

Aku hanya diam melihat mereka yang bermain tanpa memperhatikan aku.

Aku hanya tersenyum kecut. Hmmmm begini toh rasanya di cuekin.

Aku mengambil tas ku dan mengeluarkan ponsel. Ga usah nunggu lama deh, aku langsung aja pesen grabcar.

"Saya pulang." Kata ku singkat dan ketus.
Widi mengangkat kepala nya dan menatapku bingung.

"Kenapa? Mau kemana?" Tanya nya. "Males. Mau pulang. Capek. Mau tidur." Kata ku ketus dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Widi.

Tak menunggu lama, grabcar yang ku pesan sudah datang.

Rasanya tuh langsung badmood. Kesel, sedih, marah jadi satu.

Aku sampai di rumah dan melihat pintu rumah yang terbuka.

"Lho, Leah? Kamu sudah pulang?" Tanya mom. Aku menganggukan kepala ku.

"Mom? Besok kalo Widi nyari Leah tolong dilarang ya. Leah lagi males ketemu dia." Kata ku kesal. "Kenapa? Kamu berantem sama dia?" Tanya mom. "Iya gitu deh." Kata ku seraya menuju ke kamar.

******

Widi nya sih cuekin si Leah mulu. Hadeuuhhh

Btw itu Leah tapi nya sama cowok aja cemburuan lho hehehe
Gimana guys? Sudah dapat belum feel nya?

Akhir-akhir ini lagi buntu nih. Mau nya tidur mulu karna capek menghadapi kenyataan. Eh! Salah maksudnya capek sekolah hehehe

Anjeli Puja
Sabtu,23 November 2019
23.09 Malam

Takdir Cinta (Sequel Sang Letnan) (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang