Part 59 : Jalan Jalan

7.4K 287 9
                                        

بِسْـــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْـــــــــــــــمِ

kecantikan haqiqi itu bukan terletak
pada wajah, melainkan pada hati

🔹🔹🔹

Author POV

Sepulang dari kantor, rencananya Alwi akan mengajak Aisyah jalan jalan. Tak terasa sebentar lagi kandungan Aisyah akan menginjak usia 7 bulan dan sesuai perjanjian kemarin bahwa Alwi akan mengambil cuti saat kandungan Aisyah berusia 7 bulan.

Selesai melaksanakan sholat ashar, Alwi langsung menuju ruangannya. Alwi meraih ponselnya yang sedari tadi berada diatas meja kerjanya. Entah sudah berapa jam dia telah mengabaikan ponselnya itu.

Saat membuka layar ponselnya, betapa terkejutnya ia melihat beberapa pesan masuk dari istrinya, dengan sigap ia pun membalas pesan istrinya itu.

🌸🌸🌸

Zaujati💜

Assalamu'alaikum, mas
Mas...
Halloo, mas
Mas...
Kok tumben, ga aktif sih
Mas...
Mas Alwiiii
Sayang
Lagi sibuk, ya?
Hmm, mas?
Mas?

Ya Allah, maaf, sayang.
Mas, baru buka hp, soalnya tadi
lagi bener bener sibuk
Ada apa?
Read✔

Kangen, hehehe
Maaf, ya, Aisyah ganggu

Ga, kok.
Mas, lebih kangen sama kamu😘
Sabar ya, sayang. Abis ini, mas, pulang
Abis itu kita jalan jalan.
Sekarang, kamu siap siap ya
Read✔

Siap, pak bos😙

Siap, bu bos😂
Read✔

🌸🌸🌸

Alwi senyum senyum sendiri saat membaca balasan dari Istrinya itu. Padahal, sebelumnya ia begitu khawatir saat istrinya mengirimkan pesan sebanyak itu, ia kira istrinya akan melahirkan, tapi mengingat kandungan istrinya masih berusia 7 bulan. Ternyata, istrinya itu hanya merindukannya.

Setelah mendapatkan pesan itu, Alwi langsung pulang ke rumahnya. Sebelum itu, Alwi pamit kepada Rama untuk pulang duluan dan Rama hanya mengangguk sebagai jawabannya, ia tau bahwa kini Aisyah tengah merindukan suaminya, begitu pula Alwi yang mulai besok akan mengambil cuti hingga Aisyah melahirkan.

🍁🍁🍁

Setelah sampai di rumah, Alwi langsung masuk dan menghampiri istrinya didalam kamar. Alwi melihat Aisyah yang kini tengah mengenakan gamis berwarna merah muda dengan khimar berwarna senada. Aisyah terlihat begitu anggun mengenakan pakaian itu. Wajah Aisyah yang terlihat begitu cantik, bibir tipisnya yang berwarna merah tanpa lipstik dan semacamnya, serta hidungnya yang begitu mancung, menambah kesan tersendiri bagi Alwi dan bagi siapapun yang melihatnya.

Aisyah yang baru sadar akan kehadiran suaminya itu langsung memanggilnya. Alwi masih setia berdiri didepan pintu dengan pandangan mata kearah Aisyah tanpa berkedip sedikitpun.

"Mas.." panggil Aisyah.

Alwi yang sadar akan panggilan dari istrinya itu, langsung menjawab dengan sedikit kaget.

"Eh, iya, ada apa, sayang?" Tanya Alwi sedikit gugup karena ketahuan memandangi Aisyah.

"Kenapa berdiri didepan pintu aja? Ga mau masuk?" Tanya Aisyah dengan senyuman termanisnya.

"Oh, iya" Alwi kemudian masuk kedalam kamar, lalu tangan Alwi memeluk Aisyah dari belakang. Aisyah dibuat terkejut olehnya.

"Kamu cantik" bisik Alwi tepat di telinga Aisyah.

Aisyah hanya tersenyum menanggapinya, entah kenapa setiap Alwi menggodanya, Aisyah selalu terbang padahal Alwi sudah sering mengatakan itu padanya. Tapi, kali ini Aisyah benar benar dibuat terbang olehnya.

Alwi masih setia memeluk Aisyah. Dagunya ia taruh di pundak Aisyah, lalu menempelkan pipinya dengan pipi Aisyah.

Aisyah merasakan jantungnya hendak lari maraton, seperti memaksa ingin keluar. Keringat dingin mulai berucuran dari pelipisnya. Entah mengapa Aisyah merasakan hawa dikamarnya begitu panas, padahal AC nya saja hidup. Oksigen dikamarnya pun seakan habis.

Cukup! Aisyah sudah tidak sanggup dibuatnya.

"Mas, lepasin donk! Katanya kita mau jalan jalan, sekarang udah jam berapa nih!" Ucap Aisyah berusaha menghindari keadaan seperti ini, karena ini tidak baik untuk jantungnya.

"Tapi, mas masih mau peluk kamu, sayang" ucap Alwi manja.

"Iihhh, mas, lepasin" Aisyah berusaha melepaskan tangan kekar Alwi dari perutnya. Alwi pun pasrah, kemudian melepaskan pelukannya.

"Dari tadi donk" Ucap Aisyah.

"Hmm... Padahal masih mau peluk" Wajah Alwi langsung berubah cemberut.

"Alay banget sih, mas" Ucap Aisyah menanggapi ucapan Alwi.

"Suami sendiri dibilang alay! Gimana sih"

"Biarin!" Aisyah kemudian keluar dari kamarnya, diikuti Alwi dibelakangnya.

🍁🍁🍁

Selama didalam mobil, tidak ada yang membuka suara, baik itu Alwi maupun Aisyah. Mereka sama sama terhanyut dengan pikiran mereka sendiri.

Alwi yang dari tadi fokus menyetir, sedangkan Aisyah yang sedari tadi hanya menatap jendela mobil, melihat kendaraan yang berlalu lalang.

Entah kemana Alwi akan membawa Aisyah, Aisyah pun tidak tau.

Kini, Alwi menoleh kearah Aisyah, dia masih fokus melihat kearah jalanan. Alwi benci keadaan seperti ini, sama sama diam dan sama sama tidak saling menyapa. Padahal, dirinya dan Aisyah sedang tidak ada masalah.

Akhirnya, Alwi memilih untuk membuka suara terlebih dahulu.

"Sayang, mulai besok, mas, akan ngambil cuti" ucap Alwi membuka suara.

Aisyah langsung menoleh kearah Alwi, "tapi, kenapa?" tanya Aisyah.

"Kandungan kamu kan sekarang udah masuk 7 bulan, seperti janji kamu kemarin, kalo udah 7 atau 8 bulan baru boleh ambil cuti"

Aisyah hanya mengangguk, kemudian dirinya bertanya pada Alwi, "kita mau kemana, mas?"

"Jalan jalan aja, udah lama, mas, ga ngajak kamu jalan. Sekalian beli perlengkapan bayi kita nanti"

Aisyah kembali mengangguk. Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju.

❤❤❤

Assalamu'alaikum
udah publish nih😅 kangen ga sama aisyah alwi?
ohiya, kalian udh pada ujian blm? kalo udah gimana ujiannya?😂

seperti biasa, vote dan comment ditunggu ya😘

Kau Calon Imamku <HIATUS>Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang