Part 11 : Rasa

14.4K 567 0
                                        

بِسْـــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْـــــــــــــــمِ

Rasa yang kudapati kini bukan rasa pahit, asin, atau asam. Tetapi rasa yang kudapati kini adalah rasa manis, ya rasa manis saat tau bahwa aku mencintai seseorang

(Aisyah Salsabila Az-Zahra)

🔹🔹🔹

Aisyah POV

Hari ini aku akan mengajak Dila untuk menemaniku ke gramedia karena aku ingin membeli novel, sebenarnya bukan itu tujuan utamaku. Tujuan utamaku adalah untuk menenangkan pikiranku yang tidak karuan lagi.

Setelah menelpon Dila aku langsung bersiap-siap dan menjemput Dila.

Lalu aku dan Dila langsung pergi ke gramedia.

Sesampainya di gramedia aku memarkirkan mobilku kemudian masuk ke dalam dan mencari rak buku bertema religi.

Saat berjalan aku melihat ada sebuah buku yang terjatuh, lalu aku berniat mengambilnya dan saat aku mengambilnya aku mendapati sebuah tangan seseorang yang ikut memegang buku itu.

Langsung saja kulepaskan buku itu dan aku langsung melihat kearah nya.

Saat aku melihat kearahnya aku langsung mengenali wajah itu ternyata dia Alwi, pria yang membuat jantungku berdetak kencang.

Tanpa sengaja pandanganku dan pandangannya bertemu. Dan jantungku mulai berdetak kencang lagi:)

"Ukhti Aisyah?" Tanyanya padaku.

"Iya, akhi Alwi"

Saat tau itu aku langsung menundukkan pandangan ku lagi dan beristighfar sebanyak mungkin. Kemudian aku berdiri setelah Alwi juga berdiri sambil memegang novel yang jatuh tadi.

Setelah berbincang agak lama dengan Alwi, tiba-tiba seseorang datang lalu mengagetkan Alwi, ternyata itu sahabat Alwi dan Alwi memperkenalkannya padaku, namanya adalah Rama.

Aku, Rama, dan Alwi saling berbincang. Kemudian datang Dila dan aku juga memperkenalkan Dila ke Rama dan Alwi.

Kami melanjutkan perbincangan, kemudian Dila memberi tahu Rama bahwa novelnya ada padanya. Setelah Rama dan Dila selesai berbincang aku dan Dila memutuskan untuk keliling lagi mencari novel, aku berpamitan pada mereka lalu menarik tangan Dila dan pergi meninggalkan
Rama dan Alwi.

Aku masih memikirkan Alwi. Entah kenapa setiap aku bertemu dengannya jantung ku selalu berdebar kencang. Dan wajahnya selalu terbayang jelas di otakku.

Ya Allah ada apa ini? Setiap bertemu dengannya hatiku selalu berdebar kencang, dan mengapa wajahnya selalu terbayang di pikiranku? Apa mungkin aku menyukainya? Batinku.

"Syah kamu kenapa?" Tanya Dila sambil mengibaskan tangannya di wajahku.

"Hmmm... Eh eh ng-nggak apa-apa kok" ucapku gugup.

"Beneran nggak apa-apa? Dari tadi melamun terus! Mikirin siapa? Ikhwan tadi?" Tanya Dila sambil tersenyum.

"Apaan? Ikhwan mana? Oh yang tadi? Nggak lah, Aisyah nggak mikirin siapa-siapa kok,"

Kau Calon Imamku <HIATUS>Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang