بِسْـــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْـــــــــــــــمِ
Doakan yang terbaik untukku ya semua, semoga aku nggak kenapa-napa yaa
(Aisyah Salsabila Az-Zahra)
🔹🔹🔹
Alwi POV
Sekarang usia pernikahanku dan istriku sudah berusia 7 bulan. Selama itu juga aku tidak pernah lagi bertemu dengan Cahya, entah kemana dia sekarang mungkin dia sudah pergi lagi dariku.
"Hallo sayang" ucap seseorang dari luar ruangan kerja ku.
"Kalo masuk itu salam dulu kenapa?! Dan inget ya, nggak usah panggil sayang-sayang, aku itu udah punya istri. Dan kamu hanya bawahan ku!" Ucapku kesal.
"Salah sendiri kan istri kamu udah ngerebut kamu dari aku! Wanita teroris itu nggak pantes jadi istri kamu dan yang pantes jadi istri kamu itu cuma aku"
"Cukup Dara! Kamu tidak pantas mengatakan hal itu tentang istriku! Dan Aisyah tidak pernah merebut ku dari siapapun, kami menikah karena kami saling mencintai!" Emosi ku memuncak, berani sekali dia mengatakan itu tentang istriku. Wanita itu adalah Dara. Masih ingatkan kalian dengan Dara? Orang yang melabrak Aisyah dulu saat SMA, wanita yang selalu mencari masalah dengan Aisyah, sudah ingat kan?
"Bahkan cintaku lebih daripada cinta istrimu! Aku yang lebih baik daripada dia, bahkan dia adalah wanita buruk yang pernah ada! Untuk apa dia bercadar tapi dirinya masih munafik!"
Emosiku semakin memuncak, apa dia tidak sadar bahwa dia lebih buruk daripada Aisyah!
"Stop Dara! Sekali lagi kamu berbicara seperti itu tentang istriku, aku akan segera memecatmu! Ingat, Aisyah bukan wanita munafik seperti apa yang kamu katakan, dia wanita baik-baik dan terjaga! Tidak sepertimu yang berani mengumbar aurat ke semua orang! Dan kamu tau, bahkan kamu adalah wanita yang paling buruk diantara semua wanita yang ada di dunia ini!" Ucapku, aku tidak rela jika istriku dibilang seperti itu oleh dia! Apalagi dia berani menjelek-jelekkan istriku dihadapan ku! Dasar wanita gila!
"Sekarang aku minta kamu keluar dari ruangan ku! Keluar!" Bentak ku dan Dara segera keluar dari ruangan ku tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Astaghfirullah hal azim. Aku beristighfar dalam hati karena emosiku tadi.
Sejujurnya aku masih kesal dengan ucapan Dara yang berbicara buruk tentang istriku. Entah apa yang membuatnya sangat nembenci istriku itu! Aku pun tidak tau!
🍁🍁🍁
Aisyah POV
"Bik cepetan ya masaknya!" Titahku pada bik Surti, seperti yang kalian tau sekarang aku juga membantu bik Surti memasak namun, saat ini aku sedang memotong wortel dan menyiapkan makanan untuk suamiku karena aku akan mengantarkan makan siang untuknya.
"Iya neng" ucap bik Surti.
Saat potongan wortel yang terakhir, aku merasakan mual yang tidak tertahankan.
Uwekk uwekk. Aku pun langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang tadi pagi ku makan.
Saat aku keluar dari kamar mandi, wajah bik Surti terlihat khawatir dengan keadaan ku, "ya Allah neng kenapa? Neng sakit?"
Aku tersenyum, "nggak apa-apa bik, Aisyah nggak sakit kok, cuma mual doang"
"Tapi neng muka neng itu pucat banget kek mayat hidup neng. Apa perlu kita ke dokter?" Tanya bik Surti masih khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Calon Imamku <HIATUS>
SpiritualHigh Rank 🏆 #1 in Cadar (06 April 2019) #5 in Dalam (12 April 2019) #12 in Diam (18 April 2019) 💜💜💜 Cerita ini mengisahkan tentang seorang wanita yang bernama Aisyah. Orang tua nya menjodohkannya dengan anak dari temannya, tanpa sepengetahuan A...
