Hai,hai,hai..🙋🙋 author kembali lagi nemenin malam minggu kalian nih..😊😊
Yang malam minggu cuma dirumah sambil rebahan dan baca wattpad mana suaranya nih? Coba sini kasih lihat author jari telunjuknnya.☝😁️☝️
Ya, sudah cukup basa-basi dari auhtornya yah🙈Author tau kok kalian gak suka dengan bacotan gak jelas author ini..😭😭 author pergi saja lah kalau begitu.😢😢🙋🙋
Dan kalau ada kata-kata yang salah dan keliru author minta maaf lagi..🙈
Autor kan emang gitu orangnya suka salah melulu..😂😂🙈🙈
Ya, sudah author pergi nih.Selamat membaca jangan lupa votenya yah kalau kalian suka cerita author.
Karena jenuh dengan tingkah Arlin dan Dirga, gue pun memutuskan buat meninggalkan mereka berdua yang masih meringis kesakitan dengan kepala mereka masing-masing.
Gue terus saja melangkahkan kaki gue menjauh, dan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa berbalik atau menengok buat sekedar melihat keadaan mereka pun enggan gue lakukan.
Yang gue lakukan hanyalah berjalan tanpa tau arah, dan tujuan yang jelas kemana gue mau pergi.
Yang ada di pikiran gue hanyalah satu, yaitu menjauhkan diri dari Dirga atau pun Arlin sejauh mungkin.
"Citra" Erika tiba-tiba saja muncul di hadapan gue dengan tersenyum cerah dan juga membuat gue sedikit kaget melihat kehadirannya yang tiba-tiba saja muncul di depan gue begitu saja.
Kalau saja gue gak buru-buru menghentikan langkah kaki gue, gue bisa saja tadi gue menabrak Erika yang sekarang ini berada di depan gue dengan masih tersenyum manis ke arah gue.
Gue pun cuma bisa membalas senyuman Erika dengan tersenyum juga padanya tanpa berkata apa-apa sedikit pun.
"mau kemana?" pertanyaan dari Erika membuat gue jadi bingung mau gue jawab apa. Gue saja dari tadi gak tau mau kemana dan terus saja berjalan tanpa tau arah. Eh, sekarang malah ditanya mau kemana, jawab apa juga coba gue sekarang.
"Hey, kok bengong sih." ucap Erika saat melihat gue tidak menjawab pertanyaannya tapi malah diam mematung ditempat.
"gak tau juga nih, gue mau kemana." ucap gue sambil garuk-garuk kepala gue yang tak gatal, dan tersenyum kikuk ke arah Erika.
Erika hanya tersenyum mendengar, dan melihat tingkah gue. "mending temanin gue bentar mau gak? dari pada lu jalan-jalan tapi gak tau arah" ajak Erika
"kemana?" tanya gue
"ke perpus bentar. mau ngembaliin ini." ucap Erika sambil menunjukkan buku yang dari tadi iya pegang, dan bawa.
Gue pun cuma bisa mengangguk setuju buat temenin Erika pergi ke perpustakaan bersama. Dari pada gue jalan-jalan gak jelas tanpa tau arah dan tujuan yang pasti, lebih baik gue temenin Erika sajalah yang jelas sudah pasti arahnya, dan juga gak akan buat gue seperti orang ling-lung yang gak tau arah.
❇️❇️❇️❇️❇️
Gue dan Erika pun akhirnya pergi bersama ke perpustakaan buat mengembalikan buku yang Erika pinjam. Sesampainya gue dan Erika di perpustakaan, Erika pun langsung saja menghampiri petugas perpustakan yang pastinya ditemani oleh gue yang berjalan di sampingnya.
Setelah gue dan Erika mengembalikan buku ke petugas perpus, gue dan Erika pun tidak langsung pergi meninggalkan perpus itu. Entah mengapa gue dan Erika malah enggan untuk pergi dari perpustakaan itu. Kami malahan asik sendiri melihat-lihat dan mencari buku buat kami baca, dan setelah mendapatkan buku yang ingin kami baca, kami pun mencari tempat duduk buat kami, gue dan Erika pun juga sudah menemukan tempat duduk yang nyaman buat kami berdua.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Boy Friend
Teen FictionApa kalian pernah punya teman sekelas yang nyebelin, aneh, + jahil yang nggak ketolongan? Kalau gue punya satu disini dan namanya adalah Dirga. Dan yang paling anehnya lagi Dirga yang gue lihat dan orang lain lihat itu berbeda. Hah, yang benar saja...