Aku meneguk ice blend taro ku, merasakan hawa sejuk yang menjalar di leher ku.
Aku menatap ke arah ke 3 teman ku. Yang juga ikut menyeruput es mereka masing masing. Ya, hanya ada tiga. Karena Annisa sedang pergi entah kemana.
"Aku kira aku sudah menemukan bias ku." Kataku sebelum kembali menyeruput es blend ku.
"Benarkah, siapa??" Ucap mereka bersama. Menatap ku dengan tatapan antusias.
Aku mengeluarkan ponsel ku. Membuka galeri dan menampakkan foto seorang pria. Dengan senyuman lebarnya, bibir tebal, dan mata nya yang nyaris hilang saat ia tersenyum. Rambut nya berwarna gray. Uhh sangat memikat.
Mereka merebut ponsel milikku.
"Woahhh.. kau menyukai park Jimin ternyata"
"Kau sangat beruntung memilihnya"
"Dia salah satu maindancer di BTS"
"Dia memiliki ABS, tetapi wajah nya terlihat seperti bayi"
Begitulah, tanggapan mereka terhadap ku. "Kalian, aku belum tahu siapa bias bias kalian?" Aku bertanya.
"Aku dan Annisa taehyung, Dinda seokjin, dan Andin Jungkook" bheby menjelaskan padaku. Aku mengangguk, dan kembali menyeruput ice blend ku. Di saat kami sedang asing berbincang seseorang berlari ke arah kami, dan berhenti tepat di depan meja kami.
"Yah, teman teman. Ikut gue sekarang ada yang mau gue tunjukin!" Annisa berbicara dengan nafas nya yang tersengal sengal.
"Ada apa? Kenapa dengan mu?
Apakah ada setan?" Tanyaku.
"Yah, duduk dulu, kau harus mengatur nafasmu dengan benar." Ucap Dinda. "Tidak sekarang, ayo cepat ikuti aku cepat!"
Kami pun langsung mengikuti nya dan ikut berlari, berlari ke tangga dan menuju ke lantai dua. Annisa masih berlari, hingga naik lagi ke lantai tiga.
"Yah tidak bisa kita berjalan saja, perut ku sakit." Dinda mengeluh dan berhenti sejenak.
"Ayo, sebentar lagi kita sampai. Jangan berhenti berlari" Annisa menarik tangan Dinda dan kami kembali berlari. Tibalah kami di ujung jalan lantai tiga. Dimana ini adalah lantai teratas dari gedung sekolah ini.
"Apa ini, rooftop?" Bheby membuka suara saat melihat pintu yang tertutup di depan kami.
"Right!! Ayo cepat.."
Annisa mengeluarkan kunci dari saku rok nya, membuka gembok yang melekat di pintu itu. "Cklekk" pintu terbuka dan angin langsung menyapa kami, sangat sejuk dan segar.
Kamu melangkah ke dalamnya. Terlihat jelas pemandangan indah dari kota Jakarta di sini, dengan angin sepoi yang menyapu rambut kami, ini sangat indah dan menyenangkan.
"Wahh.. aku tidak pernah tau jika sekolah kita mempunyai tempat seindah ini." Andin bergumam dan menuju pembatas rooftop.
"Kau benar, di sini sangat indah dan nyaman."
"Omong omong darimana kau tahu tempat ini?" Tanya ku seraya menatap ke arah Annisa.
"Aku hanya iseng ke lantai tiga, dan aku tidak sengaja menemukan gembok dan kunci nya tergantung, jadi aku masuk.. saat aku tidak menemukan siapa siapa aku langsung mengambil kunci ini." Annisa tersenyum puas.
Kami menghabiskan waktu di sini, bermain, membersihkan tempat ini. Dan sekarang tempat ini akan menjadi markas kami. Kami sudah menata nya, menyudutkan barang barang yang berserakan, membersihkan nya dari debu dan lainnya. Setelah kurang lebih 30 menit kami selesai, duduk dengan keringat yang mengalir di dahi kami.
"Ahh lelah sekali, tapi tempat ini sudah bersih sekarang." Ucap bheby dan duduk di sebelah ku.
"Kau benar, aku jadi betah berlama lama di sini." Kekeh ku.
"Yah teman teman, lihat kita sudah terlambat sekarang!!"
Kami sontak melihat arloji kami masing masing.
13:30 sudah setengah jam yang lalu waktu istirahat telah berakhir. Kami pun segera menuruni tangga dengan tergesa Gesah menuju ke lantai dua menuju kelas kami.
Benar saja, guru matematika telah mengoceh di depan kelas. Matilah kami.
Bheby pertama masuk ke dalam kelas di susul dengan Dinda, aku,Annisa dan juga Andin.
Bu selmi memberikan tatapan tajam kepada kami.
"Darimana saja kalian? Kalian sudah terlambat 30 menit!" Ucap nya dengan membentur penggaris kayu ke papan tulis, membuat kami berlima dan seisi kelas terkejut.
"M..maaf Bu, k..kami ada urusan sebentar dan tidak me..-" "cukup, setelah pulang nanti kalian berlima harus membersihkan wc sekolah, mulai dari WC murid sampai WC guru. Dan ingat jangan mencoba coba keluar sebelum kalian menyelesaikan tugas kalian." Kami berlima melongo, oh ayolah apa harus WC? Aku benci tempat itu.
Tapi harus bagaimana lagi ini Sanki kami karena terlambat untuk masuk ke dalam kelas
"B..baik Bu." Ucap kami serempak.
"Baiklah, sekarang kalian boleh duduk." Kami beranjak pergi menuju tempat duduk kami. Dan mengikuti jam pelajaran matematika hingga selesai.
***
"Huekk!!! Tempat apa ini? Aku sangat benci tempat ini.." keluh Annisa saat kami mulai melangkah masuk ke dalam WC.
Kami mulai membersihkan tempat ini. Aku mulai masuk ke bilik utama, membersihkan kan nya dengan menutup hidung ku. Sangat menjijikan.
"Kyaaa!!!" Teriak seseorang dari dalam ruangan yang sama. Aku dan teman teman ku langsung keluar dari bilik yang sedang kami bersihkan.
"Apa? Kenapa?" Teriak Dinda.
"Apa apaan ini?? Lihat di bilik yang sedang aku bersihkan, ada kecoa nya.. aku benci ini.." bheby menunjuk ke arah kloset, terlihat seekor kecoa merayap dari dalam ke luar Kloset
Saat kami sedang menatap kecoa itu, tiba tiba dia terbang ke arah kami. Dan "KYAAA!!!!" kami berteriak.
"Yah menjauhlah dasar binatang menjijikkan"
"Menjauh dariku.. kyaaa!!!"
"Yah kau memukul kepalaku, jauhkan gagang sapu itu!"
"Yah, dasar kecoa brengsek.. beraninya kau!"
"PLAKK!!" kami menatap ke arah sumber suara. Dengan kecoa yang sedari tadi menjadi biang kerok sudah gepeng. "Lihat, dia sudah mati kan?" Annisa dengan santai nya. "Sudah ayo kita lanjutkan memberikan tempat jorok ini."
.
.
.
"Huh.. akhir nya selesai." Aku menyenderkan kepalaku di atas pembatas rooftop. setelah membersihkan 3 WC dengan banyak bilik kami kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat di sini.
Angin sepoi dengan matahari sore menyapa kami sore ini. Sangat indah untuk refreshing setelah banyak pekerjaan melelahkan yang kami lakukan hari ini.
VOTE NYA JANGAN LUPA, KALO NGGAK VOTE DOSA LOH:V
ENJOY IN MY STORY GUSYY!! :'>
KAMU SEDANG MEMBACA
Gflows
Novela Juvenil[COMPLETED] "We will really be together again someday ... with enthusiasm ... and also meet our idol one day" Pertemuan yang tidak pernah ku duga dalam hidup ku. Memiliki empat orang sahabat, yang mengubah arah pandang dan kehidupan ku.. pertama san...
