#bheby POV.
Suasana di sekitar ku nampak sangat kacau juga berantakan, sisa sisa cat menempel di sekitar ku, bahkan tangan ku sudah di penuhi dengan warna yang sudah tercampur dengan acak, apron yang kugunakan juga tidak bisa menghindar untuk tetap bersih seperti semula.
Aku menghela nafas, ini sudah kali ketiga aku mengganti kertas gambar. Namun, hasil nya tetap sama. Aku tidak punya ide tentang apa yang harus kulukis.
Lalu, pintu kamar ku terbuka. Menampilkan sosok lelaki paruh baya tengah tersenyum hangat padaku.
"Papa?!" Panggilku girang, sudah dua Minggu dia pergi keluar kota karena urusan pekerjaan nya. Membuat ku merasa rindu.
Lalu aku berlari kecil dan berkahir memeluk papa dengan sangat erat.
Aku mendengar suara kekehan renyah papa, lalu ia meregangkan pelukan kami.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya nya saat melihat sekeliling kamar ku yang berantakan.
"Aku mencoba mencari sebuah ide untuk ku lukis, tapi sudah tiga jam dan aku belum menemukan apapun." Keluh ku seraya mengerucutkan bibir.
Lagi, papa terkekeh garing saat menatap ku.
"Jadi jika kau sudah menghancurkan alat lukis mu bagaimana bisa kau akan ikut ujian besok?"
Aku mengernyit.
"Maksud papa?"
Papa masih terdiam dengan tangan yang menopang dagunya,
"Bagiamana jika hari ini kita belanja alat lukis baru di mall, sekalian kau mencari udara segar. Siapa tahu dapat ide." Ujar nya dan kembali membungkukkan badan;menyetarakan tinggi badan kami.
"Benarkah!! Baiklah, papa tunggu diluar ya, aku akan mengganti bajuku dalam waktu lima menit!!" Ujar ku seraya berjingkrak girang.
🖌🖌🖌
Aku menatap ke sekeliling ku, suasana mall hari ini tidak terlalu ramai karena mungkin masih di jam sibuk.
"Mau langsung ke lantai tiga untuk membeli alat lukis?" Tanya papa seraya menatap ku.
Aku mengangguk. "Iya soalnya harus cepat cepat, aku belum menemukan ide. Jadi aku akan kembali melukis jika kita bergegas cepat." Jawab ku dengan pandangan yang masih menatap sekitar.
Dan akhirnya aku dan papa menaiki tangga menuju ke lantai tiga, tepat saat berada di lantai tiga aku di suguhkan dengan berbagai macam alat lukis yang sangat lengkap. Membuat mataku berbinar saat menatap nya.
"Its really world paradise."
Kagum ku seraya tersenyum lebih lebar kali ini.
"Papa aku akan berkeliling ya, jika papa lelah papa istirahat saja di sana." Ucap ku seraya menunjuk deretan bangku kosong yang terletak di sudut ruangan.
Papa mengangguk.
"Baiklah, nikmati waktu mu." Balas nya seraya terkekeh jahil.
Aku berjalan santai menyusuri rak rak yang menjulang tinggi di kanan dan kiri ku, pun—troli yang sedari tadi ku dorong belum berisikan banyak barang. Aku masih asyik melihat lihat di sekelilingku.
Tidak susah bagiku untuk mencari cat minyak, kanvas, kuas, dan alat yang dibutuhkan lainnya disini. Lalu, pandangan ku tertuju pada apron yang berada di rak sebelah.
Aku berjalan mendekati rak tersebut, rencana nya aku akan membeli apron baru karena apron yang kukenakan sudah sangat kotor dan dipenuhi dengan tumpahan cat.
Mataku langsung berbinar indah saat melihat apron dengan gambar tata. Salah satu Karakter bt21, dengan cepat aku mengambil satu dari banyak tumpukan apron tersbut, dan kembali berjalan menyusuri rak lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gflows
Novela Juvenil[COMPLETED] "We will really be together again someday ... with enthusiasm ... and also meet our idol one day" Pertemuan yang tidak pernah ku duga dalam hidup ku. Memiliki empat orang sahabat, yang mengubah arah pandang dan kehidupan ku.. pertama san...
