Typo bertebaran!
Masalah perasaan yang tak bisa kau paksakan,jika memang bisa mungkin
Saat ini tidak akan ada yang menunggu yang tidak pasti diantara kita.
°°°°
"Kita diam-diam gini terus kalo di garpe setan gimana?"ucap revin sambil melihat sekeliling nya yang terlihat gelap
"Ya kalo dia nge garpe lo mah gue ikhlas apalagi kalau dibawa sekalian ke alam nya!"
"Yah kok gitu sih yang!"rengeknya.
"Idih najong,jijik gue!,minggir gue mau cari lilin!"ucap vira bangkit dari posisi duduknya yang awalnya duduk di kasur dengan revin.
"Lilin,buat apa?"
"Buat cari uang,lo yang cari gue yang jaga!"balas vira.
"Buset dikira gue babi ngepet apa!"setelah mengucapkan itu revin juga ikut bangkit dari posisi duduknya dan mengekori vira.
"Ini gimana mau cari lilin nya kalau semuanya gelap kaya gini?"ucap revin.
"Coba lo cari hp lo,gue lupa naruh hp gue dimana!"ucap vira.
"Eh bentar terakhir gue naruh di meja dekat kasur deh perasaan"
"Udah buruan ambil!"perintah vira.
"Ayay capten!"
"Sinting"gumam vira.
"Nih,tapi itu udah mau lowbat deh,tadi siang ga gue charger"ucap revin.
"Buruan cari lilinnya,keburu lowbat"
"Wujud lilin gimana sih vir?"
"Kaya muka lo!"
"Oh jadi maksudnya melelehkan gitu?"
"Apa?"
"Iya kan katanya lilin kaya muka gue lilin dapat leleh,dan muka gue dapat melelehkan hati lo"ucapnya riang.
"Dih najis dogong"
Revin memutar bola matanya"nih inikan lilin"ucapnya menyodorkan lilin kepada vira.
"Nah kenapa ga bilang dari tadi sih!"vira mengambil nya.
"Kenapa harus pake lilin coba?senter ga punya apa?"tanya revin.
"Yaudah pake yang ada aja ngapa!"
"Iya iya"
Revin dan vira kembali melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda karena tiba-tiba saja lampu padam ditambah lagi cuaca diluar sedang tidak bersahabat petir yang cukup nyaring dan ditambah lagi dengan suara air hujan yang terus saja berjatuhan.
Tiba-tiba saja revin memeluk tubuh vira yang tidur membelakanginya.
"Apa-apaan sih!"kesal vira ingin melepaskan pelukan revin,tapi revin malah memperat nya.
"Sebentar kaya gini, please"ucap revin lalu mulai memejamkan matanya. Vira tidak menjawab karena ia merasa kepala mulai pusing dan matanya pun mulai mengantuk tidak ada tenaga untuk berdebat dengan revin.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS BAD BOY(END)
Teen FictionBagaimana suatu hal yang sama sekali tidak dipikirkan oleh diri sendiri kini terjadi. Itu yang kini tengah dialami oleh seorang gadis yang terjebak oleh perjodohan hanya karena janji konyol orang tua nya dimasa kecil. Dia 'Selvira queensa' "Jika itu...
