Typo bertebaran.
•••
"Neneknya vira udah pulang!" Revin mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Hati gue masih ga bisa ninggalin dia, tapi gue ga mungkin kan bertahan sama orang yang cinta sama gue?"
Dengan santainya bima meminum kopi yang berada di meja di hadapnya,sambil kaki yang ia naikan sebelah.
"Lo denger gue ga si bim?"kesal revin. Lalu menghempaskan bokongnya kasar dikasur.
"Dengar"jawabnya sesantai mungkin membuat niat revin semakin tinggi ingin menjambak rambutnya.
"Kali ini ikutin kata hati bukan ego"sambung bima lalu fokus kepada layar ponselnya yang berbunyi beberapa detik lalu.
"Yakin lo kalau dia ga suka sama lo?"tanya bima memandang revin sesaat lalu fokus kembali pada ponselnya.
Revin menggeleng lemah"gue rasa dia memang ga suka sama gue, buktinya dia ga pernah mau jawab saat gue tanya perasaan gimana ke gue"
"Coba tanya lagi"balas bima acuh.
"Gilaa,ga mungkin gue bertemu sama dia setelah pertengkaran itu!"
"Gengsi lo terlalu tinggi bos!"
"Gini nih menurut lo vira ga suka sama lo?"tanya bima,bayangkan saja saat ini bima seperti polisi yang mengintrogasi revin.
"Iya"dia menjawab iya tapi kepalanya menggeleng. Hati sama pikiran nya memang ga bisa di satuin.
"Kalau seandainya vira suka sama Lo gimana?lo mau balikan sama dia?"
"Ga mungkin!" Kali ini kepala revin mengangguk.
"Hati sama ego lo ga bisa berdamai"ucap bima, sambil menyeruput kopi nya lagi.
"Yaudah kalau lo ga mau sama dia lagi,bilang aja sama nenek tere lo mau pisah. Selesai kan?"
"Ga tapi gue ga mau pisah sama dia!"tolak revin mentah-mentah.
"Terus mau lo apa blo'on? Di suruh baikan ga mau,disuruh pisah juga ga mau. Lama-lama gue suruh lo nikahin janda anak dua di dekat rumah gue!" Kesal bima.
"Perjuangin apa yang masih bisa lo perjuangin lepaskan apa yang tidak bisa lo paksakan!"Bima berdiri dari duduknya.
"Gue mau keluar"sambung Bima ia menggambil kunci mobilnya.
"Lo di rumah aja tenangin pikiran lo"semprut bima lago sebelum revin mengoceh ingin ikut bersamanya.
•••
"Dia ga ada di rumah lo tenang aja"ucap dira meyakinkan Vira.
Vira kembali kerumahnya ada beberapa barang yang perlu ia ambil dari sana untuk keperluan nya.
"Gimana hubungan lo?"Tanya dira saat mereka sudah berada di dalam rumah.
"Merenggang"balas Vira lirih.
"Lo yang sabar ya,yang terbaik akan datang pada waktunya"
"Jadi kalau nenek lo udah pulang gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS BAD BOY(END)
Teen FictionBagaimana suatu hal yang sama sekali tidak dipikirkan oleh diri sendiri kini terjadi. Itu yang kini tengah dialami oleh seorang gadis yang terjebak oleh perjodohan hanya karena janji konyol orang tua nya dimasa kecil. Dia 'Selvira queensa' "Jika itu...
