Typo bertebaran.
°°°°
Hening
Tak ada yang bersuara sedangkan vira menatap nyalang revin yang terlihat menahan tawa nya.
"Rese tau ga!"kesalnya memukul lengan revin.
"Udah ayo!"ajak revin. Mereka memasuki sebuah pemakaman umun.
"Ini kita dari tadi ngapain sih? Ngelilingi kuburan si. Ngelilingi ka'bah si lebih mendingan lah ini ngelilingi kuburan"Vira mulai mengoceh.
"Gue curiga deh vin!",ia menggoyang-goyangkan lengan revin.
"Curiga apa?"
"Lo punya kerjaan sampingan. Lo peke pesugihan ya? Atau jangan-jangan lo perlihara tuyul?" Revin memukul jidatnya sendiri. Suka heran dengan sikap vira yang suka mengoceh tentang hal yang tidak-tidak.
"Mulai lagi gilanya"ucap revin geleng-geleng. Lalu tanpa sengaja sepertinya revin melihat penjaga tempat kubur tersebut.
Vira tidak tau apa yang mereka bicaran yang jelas ia menatap ngeri pada gundukan tanah yang di beri batu nisan tersebut.
"Vin pulang ah. Disini serem"ucapnya.
"Lo belum pernah ke pemakan ya?"
"Pernah tapi rami-rami ga berduaan kaga sini serem ih"ucapnya memeluk lengan revin. Revin tersenyum menyadari akan hal itu ia mengelus pelan kepala Vira.
"Dikira mau tawuran apa rami-rami ke kuburan"kekeh revin.
"Udah ayo. Gue udah ingat dimana makamnya. Tadi lupa jadi muter-muter mulu"
°°°°
"Si revin mana sih?"kesal bima.
"Tau nih udah kaya pengemis aja kita dien disini mulu"timbrung bayu.
"Sebenarnya lo udah bilang ga sih mau kalo kita mau maij ditumahnya?"tanya aldo.
"Astaghfirullah. Lupa"bayu hanya menyengir.
"Enak banget ya lo ngomong. Udah berlama lama kita jemuran disini hah?"kesal raka.
"Yaudah join Starbucks lah"ajak zefran.
Mereka berlima memutuskan untuk pergi ke starbucks. Tidak mungkin kan mereka terus saja menunggu revin di liar gerbang. Seperti pengemis yang ingin meminta-minta saja. Sungguh memalukan pikir mereka.
Saat sampai di Starbuck langganan mereka. Seperti biasa tujuan mereka hanya ingin menumpang wi-fi. Hanya sebagian dari mereka yang memesan minuman..
"Udah login nih?"tanya zefran. Dan mereka mengangguk.
"Eh gue lupa hp gue belum di charger. Disini ada colokan ga?"tanya raka.
Teman-teman nya menatapnya dengan kening berkerut. Terkecuali bayu yang kini tengah cengengesan.
"Ngapa lo cengengesan bego?"ucap raka.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS BAD BOY(END)
Teen FictionBagaimana suatu hal yang sama sekali tidak dipikirkan oleh diri sendiri kini terjadi. Itu yang kini tengah dialami oleh seorang gadis yang terjebak oleh perjodohan hanya karena janji konyol orang tua nya dimasa kecil. Dia 'Selvira queensa' "Jika itu...
