happy reading!....
"makasih yah ta udah mau mampir ke sini" ucap tiara tersenyum lembut.
"iya ma maaf yah kalo nata ngerepotin"
Qinata merasa tak enak.
"enggak lah kak, malah kita semua seneng kok!" kilah kanaya.
"betul itu ta, kamu sering-sering ajh main ke sini supaya kanaya gak ngerecokin kita" adhitama merangkul tiara dengan mesra.
kedua anaknya kompak memutar bola mata malas.
"eh baju kamu tipis itu, Al pinjemin hoodie kamu buat nata. kasian udara malem gak baik buat kesehatan" perintah Tiara.
Qinata menggeleng cepat.
"Gak usah ma rumah nata gak jauh dari sini kok"
"Nata" peringat tiara.
Qinata mengangguk pasrah.
jika tiara sudah seperti ini Qinata mana mungkin menolak.
tak berselang lama Alfaro membawa hoodie berwarna hitam dengan gambar tengkorak dibelakangnya.
Alfaro menyerahkan hoodie itu kepada tiara.
"ya kasih sendiri dong Bang!" kanaya berseru.
Alfaro menyodorkan hoodie itu kepada Qinata.
tangan gw gemetar keliatan gak sih?:(
"Makasih" terima Qinata dengan senyum tipis.
makin ngerasa bersalah gw sama ni cowok-_
"papa perhatiin kalian berdua gak ada ngobrol berdua dari tadi" tanya adhitama.
keduanya membeku.
bagaimana bisa? karena faktanya mereka saling menjaga jarak.jika keduanya berbicara pasti sangat canggung.
"kalian bertiga kan nyerocos mulu" ekspresi alfaro datar walaupun dari ucapannya sedikit terdengar gugup.
ketiganya tertawa kecil.
"yaudah nata pamit yah semuanya" pamit Qinata mencium punggung tangan tiara dan adhitama serta kanaya yang langsung memeluk Qinata cukup lama.
"nay tunggu kakak main kesini lagi!" bisiknya.
Qinata hanya mengangguk.
"ta kamu gak papa pulang sendiri?" tanya tiara khawatir.
"nata udah biasa kok ma" Qinata berusaha meyakinkan.
"hati-hati yah, Al anterin nata ke depan gih" perintah tiara.
Alfaro mengikuti Qinata berjalan keluar rumah.
baru saja Qinata Akan menaiki motornya, ia berbalik menghampiri Alfaro.
"so-rry" ucapnya gugup sambil menunduk.
"iya" terdengar Alfaro berbicara dengan nada datar.
Qinata semakin menundukan kepalanya.
sungguh, ia benar-benar terpaksa meminta Alfaro menjauh sebelum ia lebih dalam menyakiti lelaki ini.
rasa bersalah menyelimuti hati Qinata.
Qinata juga merasa sakit melihat Alfaro yang bersikap dingin kepadanya.
"gw janji gak bakalan ke rumah lo lagi" ucap Qinata dengan nada lemah.
Alfaro tetap diam dengan ekspresi datar.
"sekali lagi gw minta maaf" Qinata menegakkan kepalanya menatap alfaro dengan senyuman lembutnya.
"hoodie lo gw balikin besok"
Qinata segera berbalik dan mengendarai motornya meninggalkan rumah Alfaro.
KAMU SEDANG MEMBACA
komitmen!(COMPLETED)
Ficção Adolescente"Terus kalo lo juga bosen sama gue, lo bakal minta putus?!" Alfaro mengangkat wajahnya lalu menggeleng cepat. "Enggak lah! gue bakalan minta nikah, bukan putus" tegas Alfaro. Qinata merasakan panas di pipinya. masa gini doang udah merah, ambyar bang...
