insiden

7.5K 258 4
                                        

Entah semenjak kapan,Vanesha dan Iqbaal sdh seperti teman lama,mereka akrab sekali,sesekali Vanesha tertawa mendengar humor yg Iqbaal tawarkan di hadapannya,baru kali ini Vanesha merasa sedikit nyaman hanya dgn sekali bertemu dgn seorang pria.
"Sha,,jgn minum lg,elu udah mabok"ucap Iqbaal
"Gue gak mabok kog"balas Vanesha
Keadaan Iqbaal sebenarnya jg sudah mabok,namun karna ini bukan kali pertama ia menyentuh alkohol,jd Iqbaal masih bisa mengontrol kesadarannya,saat ini Vanesha si anak malaikat sedang mabok,perintah dr Anja masih Iqbaal ingat "pastiin temen gue gak nyentuh alkohol yaa baal"
"Elu ke sini sama siapa?"tanya iqbaal
"Apa?"balas Vanesha
"Elu kesini sama siapa?"ucap Iqbaal mengulangi pertanyaannya kembali
"Taksi online hahaha"jawab Vanesha
"Gilaaa si anak malaikat udh mabok begini,gue hrs bawa dia keluar,bisa mati muda dia kelamaan di sini"batin iqbaal
Kemudian Iqbaal mencoba memapah Vanesha,mengajak gadis itu keluar dr keramaian pesta,utk mencari Anja sangat sulit,semakin malam pestanya semakin ramai,semakin banyak orang tidak waras di dalamnya,Vanesha benar-benar bodoh mau datang ke tempat seperti ini tanpa memiliki pengalaman sebelumnya.

"Sha,,rumah elu dimana?"tanya Iqbaal ketika mobilnya sudah keluar dr parkiran bar,sayangnya bukan sebuah jawaban justru iqbaal mendapat Vanesha sedang bernyanyi dgn gumaman,Vanesha sdh benar-benar mabok.
"Rumah elu dimana sha?"tanya Iqbaal lg
"Elu tanya apa hah?"ucap Vanesha melempar pertanyaan ke Iqbaal
"Rumah sha,,rumah elu dimana?"tanya Iqbaal
"Oh rumah??eemmmmmsss gue gak punya rumah"jawab Vanesha
"Lah?trs elu pulangnya kemana?"tanya iqbaal
"Apartemen"jawab Vanesha
"Apartemen?dia tinggal di apartemen??"batin iqbaal
"Apartement elu dimana?"tanya Iqbaal,cukup sulit sebenarnya,iqbaal sendiri masih di bawah pengaruh alkohol,tp ia hrs fokus menyetir dan mengintrogasi Vanesha ttg alamatnya
"Shaa,,,"ucap iqbaal "shiit,,,dia udh gak bisa diajak ngomong"lanjutnya,kemudian Iqbaal menepi,ia mencoba membuka tasnya Vanesha,berharap ada sesuatu yg bisa menunjukan alamat apartemennya,benar saja!iqbaal menemukan id card pintu apartemennya,disana juga tertera alamat apartemennya,akhirnya Iqbaal melanjutkan perjalanannya.

"Nah ini dia apartemennya"gumam iqbaal
Lalu ia menempelkan barang berbentuk pipih sebagai kunci pintu,setelah pintu terbuka,iqbaal menggendong Vanesha hingga masuk ke dalam kamar,yg iqbaal perkirakan kamar utama di sini
"Maaa,,mamaaaaaa,,,shaa kangen"ucap Vanesha,dia sedang mabok,tp iqbaal tahu apa yg di ucapkan Vanesha yg notabennya baru pertama kali minum alkohol adalah sebuah ungkapan hati,entah kenapa langkah iqbaal seperti terkunci,dia ingin mendengarkan keluhan Vanesha,tdk bisa di bohongi Iqbaal sdh memuji Vanesha ketika melihatnya melalui foto di galeri hp nya Anja
"Mamaaaaa,,shasa takuuut"ucap Vanesha lg,Iqbaalpun mendekat,dr sisi kanan ranjang iqbaal mencoba mengusap pelipis Vanesha yg berkeringat dingin
"Hhhuuueeeeeekkkk"
"Saaaa,,,aiiisssssshhhh muntah lagi dia"ucap iqbaal,iyah Vanesha muntah,di atas kemeja yg Iqbaal kenakan,bahkan sampai mengenai baju yg Vanesha gunakan
"Mualll"gumamnya
"Elu mau muntah lagi?"tanya iqbaal,vanesha mengangguk,lalu tanpa pikir panjang,Iqbaal membawa Vanesha ke toilet,membantu Vanesha berdiri di depan wastefel dan sedikit memijat tengkuk Vanesha agar lebih mudah utk mengeluarkan isi perutnya
"Udah belum?"tanya Iqbaal ketika dirasa Vanesha sdh cukup utk muntah,tanpa menunggu jawaban Vanesha,iqbaal menyalakan kran air agar muntahannya mengalir,tanpa rasa jijik Iqbaal pun membantu Vanesha membersihkan di bagian mulutnya.
"Baju dia basah lg,hrs di ganti"gumam iqbaal,iqbaal melepas kemejanya yg terkena muntahan Vanesha,lalu setelah itu ia mencoba membuka dress yg Vanesha kenakan,hanya ingin membantu niat Iqbaal.
"Gilaaaa ini cewek emang cantik bgt"batin iqbaal "elu jgn berpikiran kotor,dia anak malaikat"lanjutnya
Iyah saat ini Iqbaal sedang melihat tubuh telanjangnya Vanesha,oh tidak!!masih memakai Bra dan Celana dalam,jd blm bisa di katakan telanjang.
Namun tiba-tiba Vanesha memeluk Iqbaal,tentu saja Iqbaal kaget.
"Shaaa,,,haaiii"ucap Iqbaal,jujur saat ini kepala iqbaal pun rasanya sangat berat karna pengaruh alkohol
"Nyaman"gumam Vanesha,iqbaal masih diam "aku mau seperti ini dulu"lanjutnya
Sebagai pria normal,dadanya yg telanjang dan di peluk perempuan setengah telanjang,tentu saja membuat si junior mjd tegang.
Entah atas dorongan darimana,Iqbaal mencoba mencium bibir Vanesha,tdk ada penolakan,setelah iqbaal melepaskan ciuman tsb Vanesha tersenyum
"Enak"ucapnya "mau lagi"lanjut Vanesha,karna sama-sama di bawah pengaruh alkohol,akhirnya Iqbaal mencium bibir Vanesha lagi,sekarang bukan ciuman lembut seperti tadi,kali ini saling menuntut,saling bertukar saliva hingga terdengar sebuah desahan dr Vanesha,Iqbaal mencoba membawa Vanesha kembali ke ranjang,tanpa melepaskan ciuman.
Daaaaaaaaaannnnn terjadilah sesuatu yg seharusnya tdk terjadi.

#tbc,,,

INSIDENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang