7| satu atap?

506 19 0
                                        

Meiza sudah siap dengan pakaian formalnya, tetapi semua niatnya akan ke butik telah ia batalkan sebab sahabatnya evalina datang ke rumahnya bertamu pagi pagi, katanya wanita itu akan kembali ke new York untuk mengurus karirnya yang sudah memuncak itu.

Evalina ingin menemui sahabatnya sebelum kembali ke negara dimana namanya mulai dikenal, wanita itu sudah memaksa meiza untuk mengantarkannya ke bandara

"Ev kenapa kau cepat banget sih baliknya?" Tanya meiza saat ini mereka sudah berada dalam mobil menuju bandara internasional Soekarno Hatta

"Kau tau sendirikan za, bulan depan aku akan menikah dan jadwal pemotretan ku sangat padat jadi yah gitu deh"

Meiza mendengus, apa sahabatnya satu itu tidak merindukan dirinya yang sama seperti dirinya merindukan evalina" ev, kau tidak kangen sama aku gitu"

Evalina tersenyum geli menanggapi meiza ucapan yang sedang merajuk" kangen sih. but it can't be helped."
Wanita itu menatap meiza" intinya kalian baik baik ajah, dan satu lagi buat kan aku ponakan yang lucu lucu gitu"

"Idih, nikah ajah sana"

"Ini juga mau nikah za, tapi aku harap kalian datang di pernikahan ku nanti, aku sudah meminta pada suami mu itu jadi tenang ajah"

Meiza mengangguk, akhirnya Mereka sudah sampai di bandara, segera evalina keluar dari dalam mobil dan langsung memasuki jet pribadi milik keluarga makcymilliane, agar menerbanganya menuju new York sangat mudah

"Baik baik yah di negara orang ev"

Evalina memeluk meiza, menyalurkan rasa rindu pada Sang sahabat sekaligus seorang yang sudah menjadi kakak iparnya" Iyya, intinya doa terbaik untuk kita semua"

"Aku pergi dulu za" evalina memasuki jat pribadi itu. Sebenarnya sih bukan cuma meiza yang mengantar evalina menuju bandara, sebagian keluarga makcymilliane berada di sana. Terutama ajeng-mertua meiza

Setalah berpamitan dengan keluarga suaminya. Meiza kembali memasuki mobil yang di tumpanginya tadi, menuju butik milikinya. Walaupun Ajeng tadi memintanya untuk datang ke rumah terlebih dahulu tapi wanita itu menolak dengan halus, untuk lebih menghormati sang mertua dan keluarga makcymilliane Yang lainnya supaya ia tidak di cap sebagai menantu kurang ajar

🌾

Lagi lagi meiza di halangi untuk datang ke butiknya, sekarang bukan lagi sahabat tapi sang suami. Yah Edwan memintanya untuk pulang ke rumah dan menunggu pria itu akan datang menemui katanya ada hal yang penting harus di biacarakan keduanya.

Wanita itu sudah mengagganti pakaian formalnya tadi dengan pakaian santai, sambil duduk di depan tv membuka semua majalah fashion yang sudah mengeluarkan fashion baru, meiza terus saja membolak balikan majalah itu, sehingga terdengar suara langkah kaki

Meiza mendongak menatap orang yang sudah ia tunggu sejak sejam yang lalu, senyum terbit di bibir wanita itu kala sang suami mengecup kening. Itu tak butuh lama sebab meiza menatap seseorang wanita yang berdiri di belakang suaminya

"Dia siapa?" Tanya meiza menatap wanita itu dengan risih, sebab pakaian wanita menunjukan sebagian lekuk tubuhnya

"Dia maura, sahabat aku" jawab Edwan dengan entengnya

"Terus kenapa dia ada di sini, bawa koper lagi?"tanya meiza Bingung

"Dia akan tinggal satu atap dengan kita"

"Satu atap?" Beo meiza tak percaya

Edwan mengangguk" yah"

Forced to get married ( Sudah Terbit )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang