15| pesta dan kemarahan

383 17 2
                                        

Meiza dan Edwan duduk di ruang keluarga sambil menatap tv yang sedang menyala di depannya. Ralat bukan keduanya tapi hanya meiza sebab Edwan menggunakan paha meiza sebagai bantalnya. Meiza mengelus pelan rambut milik Edwan sehingga pria itu sangat nyaman dengan sapuan istrinya.

"Za" panggil Edwan pelan

"Hm" meiza hanya membalas dengan deheman

"Aku ingin punya baby" Edwan menatap meiza dari bawah.

"Berdoa saja"

"Apa kita melakukannya lagi Agar dia bisah Tumbuh cepat" goda Edwan membuat meiza tersipu malu

"Berhenti berpikir mesum"

Edwan terkekeh pelan Melihat kekesalan meiza" apanya yang mesum hm"

"Ah sudah. Bisah kah kau diam saja" meiza makin kesel dibuatnya

🌾

Kedua pasangan itu sudah menuju ke acara pernikahan evalina dengan suaminya yang di laksanakan di new York tepatnya di hotel Mathew milik keluarga suami evalina.

Meiza duduk di belakang bersama Edwan yang siap dengan toxedo berwarna navy yang senada dengan dress panjang milik meiza. Mereka benar-benar serasi malam ini. Mobil yang di supiri oleh Clint, dan dua mobil pengawal lainnya mengikuti dari belakang.

Edwan tidak ceroboh jika bersama meiza, kemana pun ia pergi jika bersama meiza pasti ada pengawal yang mengikut. Bukannya apa-apa hanya saja banyak musuh yang mengincar dirinya terutama sang istri suatu kelemahan bagi edwan makcymilliane.

Sesampai di sana mereka turun dari mobil, berjalan di atas karpet merah dan memasuki gedung dimana acara pernikahan itu di laksanakan. Edwan dan meiza dipandang kagum oleh orang orang. Edwan yang memeluk dengan posessif pinggang ramping istrinya.

Dalam gedung itu, mereka di sambut hangat oleh keluarga evalina terutama pada orang tua evalina sendiri. Kedua pasangan paruh baya itu tampak bahagia Melihat anak semata wayangnya telah melangsungkan pernikahan dan Edwan makcymilliane telah hadir

"Akhirnya kau datang juga nak, mama pikir kamu tidak datang" beo seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, ia memeluk Edwan kemudian beralih pada Meiza

"Aku pasti datang ma, anak gila mu itu tidak habisnya meneror istri ku jika kami tidak datang" meiza mencubit pinggang Edwan sehingga pria itu mengadu kesakitan

Wanita itu terkekeh, ia sudah biasa mendengar kata mengejek yang keluar dari mulut Edwan. Dari kecil mereka memang selalu seperti itu

"Yah sudah kamu temui dia, pasti dia senang apalagi meiza juga hadir" pintah evtara ibu evalina

"Baik ma" sahut meiza. Evtara cukup kenal dengan meiza. Dulu meiza sering berkunjung ke rumahnya berjalan bersama dengan evalina

Keduanya menuju pelaminan dimana kedua insan yang tengah berbahagia. Evalina menatap kedua orang yang berjalan ke arahnya betapa bahagianya dia malam ini

"Meiza" evalina memeluk meiza erat, begitupun sebaliknya

"Aku datang kan"

"Ah yah, ku pikir kalian tidak datang. By the way Aruna juga datang bersama suami dan anaknya"

"Really"

Forced to get married ( Sudah Terbit )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang