Maura menatap seseorang garam. Sejak tadi pagi dirinya di kejutkan oleh kehadiran Hendra di mension ini, jika pria itu ada di sini maka dirinya tidak bisah melanjutkan rencananya yang ada, sebab Hendra sama persis dengan Edwan yang bisah membaca gerak-gerik orang, bahkan kepekaan pria itu sangat lah tajam
Wanita itu terus saja mondar-mandir di dalam kamarnya memikirkan bagaimana rencana selanjutnya, waktunya di new York tinggal beberapa hari lagi, dan ia tidak bisah lama-lama di sini. Setelah rencananya selesai maka ia akan segera meninggalkan negara ini. Mendapatkan Edwan adalah rencana keduanya, untuk sementara bagaimana cara menyingkirkan meiza terlebih dahulu.
Maura mengambil ponselnya lalu menempelkan pada telinganya, menunggu sambungan telpon itu.
"Bagaimana?"
"Tunggu saja suaminya tidak ada di mension itu maka saya akan bertindak"
"Lakukan secepatnya saya tidak mau tau"
"Baiklah akan saya lakukan segera"
Maura menutup telponnya. Segara ia meninggal kamar itu, hari ini ia akan mengalihkan perhatian Edwan dan Hendra bagaimana pun caranya, setelah edwan dan Hendra tidak ada di mension ini maka segera orang suruhannya bertindak.
🌾
Akhirnya yang di tunggu-tunggu Maura terlaksanakan juga, kini meiza dalam kurungannya. Wanita cantik itu berada dalam ruangan gelap yang hanya di hiasi satu lampu tamaran.
Dengan seringai iblisnya Maura mendekati meiza yang tengah di ikat itu, sambil menarik rambut panjang meiza
"Shhtttt sakit" rintih meiza, ia tidak bisah Melawan sebab tanganya di ikat
Maura tertawa jahat" apa? Kau bilang apa ha?"
"Mau-ra LEPASKAN"
"Lepaskan? Tidak semudah itu meiza" Maura membenturkan kepala meiza di lantai sehingga darah segar keluar
Maura kembali menarik rambut meiza" ini akibatnya kau datang di kehidupan Edwan yang seharusnya menjadi milikku, bicht"
Maura mengambil cambuk, wanita itu tidak segan-segan menyiksa meiza
Platak
Satu cambukan mendarat di tubuh meiza, wanita itu hanya mampu menangis dan memeluk tubuhnya Guna melindungi kandungnya saat ini
Platak
Lagi lagi cambuk itu mendarat di tubuh meiza sehingga tercetak jelas di tubuhnya, Maura mendekati meiza lagi, wanita itu mengangkat dagu meiza
"Akan ku buat Edwan memohon padaku, jika aku tidak bisah memilikinya maka tidak ada yang bisah memiliki dirinya"
Maura tau jika meiza berusaha melindungi kandungannya saat ini, Tampa rasa kasihan sedikit pun, Maura menendang perut meiza hingga wanita itu mengerang kesakitan
"Hiks...... Hks..... Ku mohon jangan bunuh calon anakku" posisi meiza masih lah sama merikuk di lantai yang dingin, perutnya sangat sakit, sampai meiza tak sadarkan diri.
Maura meninggalkan meiza yang sudah tidak sadarkan diri. Para penjaga di luar ruangan tamaran itu menjaga dengan ketat, untuk saat ini Maura tidak ingin membunuh meiza dulu, ia ingin melihat Edwan merasakan sakit yang di alaminya selama ini.
🌾
Edwan berjalan memasuki mension miliknya, pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mension, orang di carinya tidak menunjukkan batang hidungnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced to get married ( Sudah Terbit )
Romance#Makcymilliane the series 1 ( Sudah terbit di guepedia, tersedia di toko buku online atau langsung pesan di guepedia ) Meiza manuver hidupnya selalu dikelilingi dengan kebahagiaan dan kekayaan, tetapi itu dulu sebelum dirinya di jodohkan dengan soso...
