9| salah paham

397 17 0
                                        

Ponsel Edwan berdering di atas meja kerjanya, pria itu menghentikan aktifitasnya lalu mengangkat telpon yang sadari tadi terus berdering, segera ia menggeser layar hijau dan menempelkan di telinganya

"Ada apa?" Tanya to the poin

"Edwan Kamu bisah nggak tolongin aku?" terdengar di seberang sana suaranya bergitu kesakitan

"Kau dimana, aku ke sana?"

"Aku ada di lokasi syuting, aku share lokasi ku mohon cepatlah"

Edwan segera beranjak dari kursi kebesarannya, nampak ia sangat buru-buru dan perasaan cemas akan wanita yang menelponnya, wanita itu cukup berharga dalam hidup edwan. Banyak orang tidak mengetahui kedekatan mereka akan sebatas sahabat saja, dia maura wanita dengan karir sebagai seorang aktris. Namanya sudah marajalela di tanah air, karirnya juga cukup memuncak saat ini

Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sesekali menatap ponselnya yang terpampang arah jalan menuju lokasi di mana Maura berada

Saat sampai di sana, Edwan mendapatkan Maura duduk di salah satu cafe dengan menahan rasa sakit. Wanita itu terus saja memegang perutnya yang kian sakit

"Maura"

"Edwan ku mohon ini sangat sakit" lirih maurah

Edwan menggendong maura menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan cafe, banyak wartawan yang kadang menghalangi jalan mereka sebab Edwan sudah di kabarkan sudah menikah dan tiba-tiba menggendong seorang artis, siapa sih yang tidak tau istri Edwan seorang desainer ternama walaupun tidak seterkenal Maura

Pria itu membawa Maura ke rumah sakit terdekat, wanita itu tidak bisah duduk dengan tenang di samping Edwan, terus saja gelisah dan memegangi perutnya

"Sabar Maura, kita akan segera sampai"

Menempuh perjalan dengan kamacetan akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Maura segera ditangani oleh dokter di UGD, edwan terus saja mondar-mandir di depan ruangan UGD dengan perasaan cemas. Tak lama doketer keluar

"Bagaiman keadaannya dok?"

"Baik baik saja, pasien boleh pulang hari ini tapi saya meminta anda untuk menjaga pola makannya jangan makan makanan pedas dan terlalu asam yang akan mengakibatkan maagnya kambuh".

"Terimakasih dokter sarannya"

"Sama-sama saya permisi" dokter itu meninggalkan Edwan. Pria itu segera memasuki ruang UGD di sana Maura masih terbaring

"Kita pulang yah" ajak Edwan

Maura mengangguk, wanita itu duduk di atas brangkas" tadi pagi kau makan apa Ra, sehingga maag mu kambuh"

"Aku makan nasi goreng meiza, lumayan pedes dan jus jeruk buatanya"

Edwan mengempalkan tangannya" mulai besok kau harus menjaga pola makan mu"

"Baik lah, ayo kita pulang"

Keduanya berjalan keluar rumah sakit, rencana Maura berhasil kali ini walaupun harus menyakiti dirinya sendiri, Demi mendapatkan Edwan apapun yang di lakukannya. Dari dulu pria itu selalu mengutamakannya walaupun ia hanya di anggap sebatas sahabat, tidak Masalah lambat laun ia akan mendapatkan hati pria itu. Senyum sinis terbit di bibir wanita aktris itu

Sesampainya di rumah Edwan mengantar Maura ke kamarnya, pria itu menuntun maura dengan talen sekan wanita itu sakit parah

"Kamu sudah pulang?" Tanya meiza kepada Edwan. Pria itu hanya menatapnya sekilas, bahkan Melawatinya tanpa berbicara sedikit pun, sakit? Tentu saja meiza sakit di abaikan oleh suaminya sendiri demi wanita lain

Meiza mengikuti meraka yang memasuki kamar yang sama, Maura berbaring di sana sedangkan Edwan mengelus rambut wanita itu" istirahat lah"

Maura mengangguk, Edwan meninggalkan wanita itu dan menatap tajam istrinya yang masih berdiri di ambang pintu

"Ikut aku" Edwan menarik kasar tangan meiza, menuju kamar mereka

"Edwan sakit" lirih meiza

"Sakit? Sakit mana kau atau Maura ha?" Bentak Edwan dan ini pertama kalinya ia di bentak

"Maksud kamu apaan?" Mata meiza mulai berkaca-kaca

"Kau sengaja kan membuat nasi goreng pedas dan juga jus jeruk pagi pagi, agar maag Maura kambuh Iyya kan?"

Meiza makin di buat bingung padahalkan tadi pagi ia tidak membuat dua makan yang di katakan suaminya itu"nasi goreng dan jus jeruk? Aku tidak membuat sarapan seperti itu"

Edwan memang tidak tau sebab pria itu pergi pagi pagi sekali ke kantor dan tidak sempat sarapan bersama, jadi dia tidak tau permasalahan yang

"Berhenti membohongi ku meiza" edwan menatap meiza tajam

"Oh jadi kamu percaya sama wanita itu dari pada aku istri kamu Iyya. Jelas jelas tadi pagi aku cuma buat sarapan sandwich dan itu hanya untukku dan Hendra saja sebab wanita itu pergi setalah kau berangkat ke kantor " meiza tidak bisah menahan air matanya lagi, semua sudah mengalir di pipinya. Segera meninggalkan kamar itu

Edwan mengusap wajahnya kasar, ia sangat keterlaluan demi membela perempuan lain istrinya terluka dan menangis dan semua kesalahannya. Seharusnya ia tidak menyalahkan meiza soal ini mereka bisa membicarakannya dengan baik baik bukan? Mungkin karna efek Edwan juga sangat lelah dan rasa kasian melihat Maura sehingga ia melampiaskan semua pada istrinya.

🌾

Sejak kejadian kesalah pahaman di antara keduanya. Mereka saling mendiami lebih tepatnya meiza yang banyak diam, biasnya di pagi seperti ini wanita itu terus saja mengoceh tapi kali ini berbeda

Edwan berusaha berbicara dengan istrinya itu lagi lagi meiza terus saja menghindar, wanita itu masih marah dan kessel karna wanita itu membuat dirinya dari sasaran kemarahan sang suami padahal semua itu bukan salahnya

Walaupun begitu meiza tetap melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri, menyiapkan pakaian dan juga sarapan untuk Edwan dan kebetulan Hendra tidak ada di rumah ini, pria itu pergi ke rumah temannya semalam jadi dia tidak tau masalah apa yang menimpa rumah tangga sepupunya

Maura tersenyum senang melihat dua insan manusia yang saling mendiami alias sedang peran dingin. Peluang untuk mendekati Edwan sangat luas

"Aku berangkat, baik baik di rumah" sebelum ke kantor Edwan tetap memberikan cium di kening meiza. Yang hanya di balas dengan anggukan

Setelah kepergian Edwan, meiza menatap Maura dengan sinis lalu meninggalkan wanita itu yang masih menikamati sarapan pagi Tampa ada rasa bersalah sedikitpun.

Meiza memasuki kamarnya lagi lagi air matanya tumpah seketika, mengingat kejadian menyakitkan itu. Dia harus berusaha mempertahankan edwan dalam pelukannya apapun yang terjadi nanti dalam rumah tangganya. Edwan miliknya bukan milik Maura wanita sialan itu.

Meiza menghapus air matanya kasar" apapun rencana licik mu untuk mendapatkan suamiku. Aku lah yang lebih dulu maju tidak akan ku biarkan siapapun mengambil dia dariku"

Bukan meiza terlalu mencintai Edwan hanya saja ia punya perinsip hidup bahwa ia hanya mau menikah sekali seumur hidup. Dan meiza selalu berusaha bagaimana caranya agar Edwan jatuh cinta padanya dan akan memiliki pria itu selamanya

🌾

TBC:

Vivi arvina damayanti
23/03/2020

Forced to get married ( Sudah Terbit )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang