3- Alvino Viona

159 5 0
                                        

"loh. Kamu tumben bangun pagi?"tanya Bu Danuar masuk ke dapur lalu duduk di salah satu kursi meja makan.

"Iya dong mah. Soalnya aku mau siapin ini."Rani mengangkat sebuah Tote bag bermotif flaminggo yang berisi bekal makanan.

"Terus sarapan ini kamu yang buat?"tanya Bu Riyadhi mengambil sesendok nasi goreng yang sudah di siapkan Rani.

"Iya dong mah,"jawab Rani bangga."oh iya papah mana mah?"tanya Rani sambil memakai ranselnya yang ia simpan di atas kursi meja makan.

"Masih mandi di kamar. Eh iya Ran, kata mamah Daniel sebelum berangkat sekolah, ada yang mau dia bicarain katanya,"ucap Bu Danuar lalu melahap nasi gorengnya.

"Oh gitu. Yaudah Rani berangkat ya mah,"

"Iya, dah!"

***

"Jadi Tante mau aku bujuk Daniel supaya dia gak ngerokok lagi?"

"Iya Ran. Bantuin Tante yah? Tante bingung harus minta bantuan siapa lagi."

"Sebenarnya Rani juga udah cegah Daniel buat ngerokok, tapi dia nya ngeyel Tante. Tapi tenang aja aku bakal tetep berusaha kok!"ujar Rani membuat Bu Riyadhi tersenyum.

"Makasih ya Ran."

"Sama sama Tante. Oh iya Daniel masih di kamar ya?"

"Iya! Samperin gih!"

Rani pun berjalan menuju kamar Daniel, ia menaiki tangga perlahan lahan. Lalu tiba di sebuah pintu putih yang di gantungi tanda dilarang masuk. Rani lalu membuka pintunya.

Terlihat Daniel sedang merapikan penampilannya di cermin. Sweater hitam yang di kenakannya menambah kesan cool bagi dirinya. Ia tersenyum memuji dirinya sendiri.

Lalu di sampingnya berdiri Rani, Daniel menatap Rani lewat cermin. Ia sedang membenarkan kaca matanya lalu beralih membenarkan poninya. Daniel melirik Rani sekilas.

"Lo kok pendek sih?"tanya Daniel sambil tertawa melihat tinggi Rani hanya sebatas bahunya saja.

"Ih biarin kali,"jawab Rani membenarkan kaca matanya sekali lagi. Tiba tiba Daniel menarik rambut Rani yang di kuncir kuda.

"Lo kenapa sih kalau ke sekolah, pasti rambutnya di kuncir gini?"tanya Daniel. Rani meringis pelan.

"Aduh. Soalnya gerah tau,"ucap Rani sambil menjauhkan tangan Daniel dari rambutnya."awasin tangan lo nanti rambut gue kusut lagi."

"Nih gue kusutin nih,"ujar Daniel mengacak rambut Rani lalu berlari untuk mengindari amukan Rani.

"DANIEL!"

"HAHAHA! Eh Ran jangan lupa bawa tas gue,"

***

Di dalam mobil Rani dan Daniel tidak berbicara sedikitpun. Daniel sudah mencoba beberapa kali untuk membujuk Rani, tapi hasilnya nihil.

"Yaudah maafin gue ya. tadi sengaja,"kata Daniel sambil fokus menyetir, ia sedikit terkekeh.

"Oh jadi sengaja."

"Iya.HAHA!"

"Ihh Daniel lo mah,"jawab Rani lalu meninju bahu Daniel kencang.

"Aduh sakit anjir,"ujar Daniel mengusap bahu nya pelan.

"Rese sih Lo."

"Iya maaf maaf."

Sesampainya di sekolah.
Mereka berjalan dari parkiran sekolah menuju kelas Daniel. Tentu saja sebagai asisten Rani harus mengantarkan tas Daniel ke kelasnya.

RADDAR💑Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang