22- Tak Sama Lagi

46 1 0
                                        

Setelah berpamitan pada kedua orang tua nya Rani segera bergegas untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasa ia menghampiri Daniel yang sedang berkaca di spion mobilnya.

"Gak naik motor lagi?"tanya Rani menghampiri Daniel. Daniel lalu berbalik terkejut.

"Enggak. Ayo berangkat bareng tapi kita jemput Viona dulu ya,"ajak Daniel. Raut wajah Rani berubah dari senang menjadi sedikit kecewa.

"Jemput Viona?"tanya Rani bingung.

"Iya kemarin dia minta gue jemput,"jawab Daniel enteng. Tapi perasaan Rani terasa begitu berat. Rani terdiam kaku bingung harus bagaimana.

"Yaudah deh ayo,"ucap Rani pasrah kemudian masuk ke dalam mobil Daniel.

Perjalan itu di liputi keheningan. Tanpa banyak bicara seperti dulu, tanpa obrolan obrolan kecil seperti dulu. Rani hanya fokus pada Daniel yang fokus pada jalanan.

Mobil itu pun berhenti di sebuah rumah besar, Daniel lalu menekan klakson mobilnya memberi tahu Viona bahwa ia sudah ada di depan rumahnya.

"Rani Lo pindah ke belakang ya,"suruh Daniel.

"Loh kenapa?"tanya Rani bingung.

"Viona kan mau duduk di situ, jadi Lo duduk di belakang ya."Rani terdiam ia tak mau pindah ke belakang.

Tok tok tok

Viona datang mengetuk kaca mobil Daniel, lalu melambai pada Daniel.

"Tuh Ran Viona nya udah dateng. Lo pindah ke belakang ya,"suruh Daniel lagi. Rani pun mengangguk ragu, ia lalu terpaksa untuk pindah dan duduk di belakang membiarkan Viona duduk bersebelahan bersama Daniel.

Rani memperhatikan Daniel dan Viona yang sangat akrab mungkin karena band mereka jadi dekat tapi...

"Maaf ya lama,"ujar Viona sambil tersenyum, Daniel lalu mengelus rambut Viona dengan lembut dan dengan tatapan penuh cinta.

"Gak kok sayang,"ucap Daniel. Rani membulat matanya tak percaya.

"Sayang?"

"Loh kamu belum bilang sama Rani kalau kita pacaran."Viona melirik sekilas ke arah Rani.

"Aku lupa mau ngasih tau nya. Yaudah sekarang aja deh,"balas Daniel lalu berbalik menatap Rani.

"Ran ini Viona pacar gue."Daniel tersenyum pada Rani lalu beralih lagi pada Viona.

"Selamat ya."Rani tersenyum sambil menahan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk matanya siap jatuh kapan saja.

"Yaudah berangkat yu nanti kesiangan,"ajak Viona. Daniel pun melajukan mobilnya.

Di depan matanya Rani melihat Daniel dan Viona bermesraan. Melihat Daniel yang terus tersenyum pada Viona, melihat Daniel yang sesekali mengelus rambut Viona. Melihat Daniel yang memegang tangan Viona saat menunggu lampu hijau lalu lintas menyala.

Air matanya mulai jatuh. Tapi dengan buru buru ia mengusap air mata itu kasar lalu menyembunyikan wajahnya dengan melihat ke arah jendela.

Rani menutup mulutnya, menahan isakan yang mungkin keluar. Menahan dada yang sesak, menahan sakit yang bergejolak, menahan kecemburuan yang membakar hati nya.

Rani tau ia salah karena tak memberi tahu Daniel apa apa. Tapi Daniel seharusnya tau, kalau Rani menolak Alvino bukan hanya karena lomba tapi karena dirinya. Karena Daniel.

Rani jatuh cinta pada sahabatnya itu. Hingga tak ada laki laki lain yang bisa masuk ke hatinya selain Daniel. Rani hanya ingin Daniel yang berada di sana.

RADDAR💑Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang